Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati Regional 31 Desember 2025

Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati
Tim Redaksi
SOLO, KOMPAS.com
– Halaman Balai Kota Solo, Jawa Tengah menjadi magnet bagi warga yang ingin merayakan malam tahun baru, Rabu (31/12/2025).
Berdasarkan pantauan Kompas.com, warga medati kawasan pusat pemerintahan sejak pukul 20.00 WIB. Biasanya di tempat ini menjadi pusat penyalaan
kembang api
.
Tapi, malam ini dipastikan tidak ada kembang api yang menghiasi pemandangan langit Balai Kota
Solo
.
Meski demikian, warga tetap berbondong-bondong datang dan memadati halaman
Balai Kota Solo
untuk menikmati hiburan sekaligus menghabiskan
malam pergantian tahun
.
Panggung hiburan disiapkan di depan Pendapi Gede Balai Kota untuk menghibur warga yang merayakan
malam tahun baru
.
Salah satu warga, Wipra Nur Ananda (27), mengakui pesta malam tahun baru 2025 sedikit berbeda dari sebelumnya.
Karena ada bencana alam di Sumatera dan Aceh, pesta kembang api yang biasanya diadakan di Balai Kota Solo ditiadakan. 
Malam tahun baru kali ini sebagai momentum untuk berempati dan mendoakan para korban bencana alam di Sumatera dan Aceh.
“Inisiatif pemerintah (meniadakan kembang api) supaya kita ikut peduli dan bisa membantu berdoa, berkontribusi dari Solo, meski tidak bisa ke sana,” kata Ananda saat ditemui di depan Balai Kota Solo, Rabu malam.
Dia juga menyampaikan bahwa malam tahun baru sebagai refleksi diri. Meski tidak ada penyalaan kembang api, katanya tidak mengurangi kemeriahan malam tahun baru.
Sekaligus malam tahun baru kali ini menjadi refleksi atas apa yang telah dilalui. Sehingga bisa menatap lebih baik di tahun depan. 
Dia mengatakan penyalaan kembang api bisa dilakukan kapan saja tidak harus saat malam tahun baru.
“Kembang api hanya eforia saja. (Penyalaan) kembang api bisa dilaksanakan di lingkungannya masing-masing,” ujar warga Jember, Jawa Timur tersebut.
Warga lainnya, Agus (30), mengatakan malam tahun baru selalu identik dengan penyalaan kembang api.
Meski malam tahun baru dipastikan tidak ada, Agus berusaha agar pesta malam tahun baru tetap berjalan dengan asik dan meriah.
“Kembang api sebagai penanda saat pergantian tahun baru. Tahun ini tidak ada karena Indonesia sedang berduka dengan bencana alam di Sumatera dan Aceh,” kata dia.
Sebelumnya,
Wali Kota Solo
, Respati Ardi, meminta warga tidak terlalu eforia dalam merayakan malam tahun baru pada Rabu (31/12/2025).
Pergantian tahun dikemas dengan gelaran car free night (CFN) menjadi momen refleksi dan empati di tengah bencana yang terjadi di Sumatera dan Aceh.
“Dilarang terlalu foya-foya. Saatnya pergantian tahun kita refleksi diri, menatap 2026, merayakan pergantian tahun dengan sebaik-baiknya,” kata Respati di Solo, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025).
Respati mengatakan akan ada kejutan sebagai penanda pergantian tahun yang dikonsep “malam kepedulian”, meski tanpa kembang api.
Menurutnya kejutan malam pergantian tahun sedang disiapkan pihak panitia penyelenggara.
“Tetap ada penandanya. Ini sedang dikonsep rekan-rekan EO-nya. Akan ada suasana hening sejenak di malam pergantian tahun,” ungkap dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.