Jakpro dorong kemandirian UMKM difabel-dhuafa

Jakpro dorong kemandirian UMKM difabel-dhuafa

Jakarta (ANTARA) – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) mendorong kemandirian ekonomi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari penyandang difabel dan dhuafa agar dapat mengakses peluang usaha yang setara melalui program “Jakpro Perkasa” (Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kreatif dan Setara).

“Kami percaya bahwa keterbatasan fisik maupun ekonomi bukan penghalang untuk berkontribusi bagi perekonomian Jakarta,” kata VP Corporate Secretary Jakpro Yeni Widayanti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

“Jakpro Perkasa” merupakan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) yang difokuskan untuk memperluas peluang dan memperkuat kapasitas pelaku UMKM dari kalangan difabel dan dhuafa yang diselenggarakan di wilayah pelaksanaan proyek pembangunan LRT Jakarta fase 1 B Velodrome-Manggarai.

Melalui program itu, kata dia, pihaknya ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta yang bersifat inklusif dan penyangga difabel dan dhuafa memiliki posisi tawar yang kuat sebagai pelaku UMKM yang tangguh.

Yeni mengatakan program “Jakpro Perkasa” dijalankan melalui pendekatan empat pilar utama, dimulai dari peningkatan kapasitas lewat pelatihan keterampilan teknis dan manajemen usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik peserta.

Kemudian, dilanjutkan dengan dukungan sarana dan modal melalui bantuan alat produksi serta akses pendanaan untuk memulai maupun memperluas usaha. Program ini juga memperkuat akses pasar yang inklusif dengan membuka jejaring pemasaran melalui ekosistem bisnis Jakpro dan platform digital.

Serta memastikan keberlanjutan dampak melalui mentoring berkelanjutan berupa pendampingan intensif jangka panjang sebagai wujud komitmen Jakpro terhadap inklusifitas.

Jakpro pun berkomitmen tidak hanya sekadar memberikan bantuan sosial, tetapi membangun ekosistem kewirausahaan yang memanusiakan dan memberdayakan. Program ini merupakan satu langkah yang ditempuh Jakpro dalam upaya pengentasan kemiskinan di DKI Jakarta.

“Diharapkan, para penerima manfaat program ini nantinya dapat bertransformasi dari penerima bantuan menjadi penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru di lingkungannya,” kata Yeni.

Jakpro menargetkan perubahan yang terukur bagi penerima manfaat, khususnya kelompok difabel, dengan mendorong lahirnya kemandirian ekonomi berbasis kelompok.

“Kami menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial di Jakarta,” ujarnya.

Dia berharap 20 penerima manfaat memiliki usaha aktif yang dikelola bersama, sekaligus diperkuat dengan penguasaan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar dengan target minimal 80 persen peserta mampu menguasai kemampuan teknis tersebut sebagai fondasi keberlanjutan usaha.

Di saat yang sama, program ini diarahkan untuk membentuk kelembagaan kelompok usaha difabel yang solid, lengkap dengan sistem dukungan antaranggota (peer support) agar kolaborasi dan akses terhadap mitra eksternal semakin terbuka.

Yeni menambahkan, program “Jakpro Perkasa” bukan sekadar pemberian bantuan modal, melainkan upaya menciptakan ekosistem yang inklusif.

“Kami bangga melihat rekan-rekan difabel dan dhuafa kini tidak hanya memiliki keterampilan baru, tetapi juga organisasi usaha yang solid dan peningkatan penghasilan yang nyata,” kata dia.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.