Tawuran Petasan 2 Malam Berturut-turut Meresahkan Warga Mimika, Polisi Tingkatkan Patroli Regional 26 Desember 2025

Tawuran Petasan 2 Malam Berturut-turut Meresahkan Warga Mimika, Polisi Tingkatkan Patroli
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2025

Tawuran Petasan 2 Malam Berturut-turut Meresahkan Warga Mimika, Polisi Tingkatkan Patroli
Tim Redaksi

MIMIKA, KOMPAS.com
– Aksi tawuran menggunakan petasan dan kembang api di Jalan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah meresahkan warga.
Peristiwa itu terjadi dalam dua malam berturut-turut, sejak Rabu (24/12/2025). Warga sampai lari berhamburan. Kini, polisi telah meningkatkan
patroli
.
Petasan
dan
kembang api
yang dilempar sekelompok remaja meledak hingga menimbulkan percikan api di atap bangunan warga.
Beruntung, warga bergerak cepat memadamkan api tersebut sehingga tidak terjadi kebakaran.
Kapolsek
Mimika
Baru AKP Putut Yudha Pratama mengatakan, para pelaku tawuran langsung melarikan diri ketika petugas datang.
Sehingga sementara ini belum ada pelaku yang diamankan.
Kapolsek juga mengatakan, pihaknya juga belum mengetahui motif yang mendasari peristiwa ini.
“Kejadian dua malam berturut-turut. Saat direspon anggota, mereka melarikan diri dan tidak ada yang kita amankan sehingga sampai saat ini kita belum tahu apa motif mereka,” ungkap Kapolsek Mimika Baru (Miru) AKP Putut Yudha Pratama, Jumat (26/12/2025).
Putut mengatakan, saat ini peningkatan patroli sedang dilakukan.
Selain itu, Bhabinkamtibmas Koperapoka juga hadir memberikan larangan keras tawuran menggunakan petasan dan kembang api.
Polsek Mimika Baru juga berharap peran aktif masyarakat untuk melaporkan apabila terjadi peristiwa serupa.
Kepada warga yang ingin melaporkan, Polsek Mimika Baru memiliki layanan
call center
+62 812-4010-7786.
Kapolsek mengatakan, pihaknya juga meminta kepada orang tua agar senantiasa mengawasi anak-anak mereka.
“Segera kita respons. Kami minta agar orang tua juga berperan aktif dalam mengawasi anak-anaknya. Karena petasan dan kembang api ini, apalagi dipakai untuk tawuran, itu sangat berbahaya dan merugikan banyak orang,” ujar Putut.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.