KKI: 57 persen galon guna ulang di pasaran berusia lebih dari 2 tahun

KKI: 57 persen galon guna ulang di pasaran berusia lebih dari 2 tahun

Jakarta (ANTARA) – Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menyatakan sekitar 57 persen galon air minum guna ulang yang beredar di pasaran berusia lebih dari dua tahun melewati batas pemakaian maksimal hanya satu tahun sebagai upaya untuk mencegah pelepasan zat kimia berbahaya dari plastik polikarbonat.

Ketua KKI David Tobing menyatakan pihaknya telah merilis hasil investigasi lapangan terbaru bertajuk “Investigasi Ganula Air Minum di Jabodetabek” yang dilakukan pada 60 toko kelontong di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Investigasi KKI, ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu menemukan galon yang sudah jauh melewati batas usia pemakaian wajar. Galon dengan kode produksi tahun 2012 ditemukan beredar di Bogor, dan galon produksi 2016 masih dijual di Tangerang.

“Secara keseluruhan, 57 persen galon yang beredar berusia lebih dari dua tahun, padahal pakar menyarankan pemakaian maksimal hanya satu tahun untuk mencegah pelepasan zat kimia berbahaya dari plastik polikarbonat,” katanya.

David menegaskan galon yang berumur 13 tahun bukan lagi “red flag” tetapi sudah merupakan sirene bahaya. Galon-galon tersebut sudah termasuk kategori Galon Lanjut Usia atau Ganula.

“Produsen wajib menariknya dari pasar. Ini soal keselamatan manusia, bukan sekadar soal kemasan,” ujarnya.

Di lapangan, tim KKI juga menemukan kondisi galon yang jauh dari layak, yakni sebanyak 80 persen galon, atau 8 dari 10 galon yang dicek, tampak buram dan kusam, seolah telah melewati siklus pemakaian tanpa kontrol kualitas.

Pewarta: Subagyo
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.