Diplomasi Prabowo Fokus Tarik Investasi Jangka Panjang ke Tanah Air

Diplomasi Prabowo Fokus Tarik Investasi Jangka Panjang ke Tanah Air

Jakarta, Beritasatu.com – Upaya pemerintah mengintensifkan diplomasi ekonomi tidak hanya ditujukan untuk menarik arus dana asing jangka pendek, tetapi lebih diarahkan pada investasi produktif jangka menengah dan panjang. 

Ekonom FEB UI sekaligus Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Fithra Faisal Hastiadi menilai, strategi ini penting untuk menopang target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%.

Menurut Fithra, dalam jangka pendek Indonesia memang diuntungkan oleh sentimen positif pasar keuangan. Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) serta imbal hasil obligasi pemerintah yang relatif menarik mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.

“IHSG sudah hampir menembus Rp 9.000-an, bagaimana yield trade dari bond kita juga relatif menarik ya, bahkan sekarang menuju 6%,” bebernya saat dijumpai di kompleks FEB UI, Depok, Minggu (14/12/2025). 

Namun, ia menegaskan arus dana portofolio tidak menjadi fokus utama diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, justru menargetkan masuknya investasi di sektor riil yang mampu menciptakan nilai tambah dan dampak berkelanjutan bagi perekonomian.

“Apa yang dilakukan Presiden dan kementerian teknis adalah mengejar target-target investasi jangka menengah dan panjang,” ujar Fithra.

Ia menambahkan, investasi jangka panjang menjadi kunci untuk mendorong ekspansi sektor strategis seperti energi, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), serta sektor-sektor pendukung hilirisasi. 

Dengan strategi tersebut, diplomasi ekonomi diharapkan tidak hanya memperkuat indikator pasar keuangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.