Cloudflare Error Kedua dalam Sebulan, Perusahaan Klarifikasi Penyebab dan Layanan Terdampak Sudah Pulih

Cloudflare Error Kedua dalam Sebulan, Perusahaan Klarifikasi Penyebab dan Layanan Terdampak Sudah Pulih

Liputan6.com, Jakarta – Cloudflare down atau mengalami gangguan pada Jumat, 5 Desember 2025, sore WIB. Sejumlah layanan, seperti LinkedIn, Canva, Downdetector, dan Zoom error. Ini menjadi kejadian kedua dalam waktu kurang dari satu bulan.

Walau hanya layanan tumbang dalam waktu singkat, Cloudflare mengeluarkan permintaan maaf terbuka. “Setiap gangguan pada sistem kami tidak dapat diterima, dan kami tahu kami telah mengecewakan internet lagi,” tulis perusahaan dalam situs resmi, sebagaimana dikutip Sabtu (6/12/2025).

Tak hanya itu, perusahaan juga akan merilis informasi lebih lanjut minggu depan tentang bagaimana mereka bertujuan untuk mencegah kegagalan ini.

Perusahaan mengungkap, gangguan pada hari Jumat terjadi setelah Cloudflare menyesuaikan firewall-nya untuk melindungi pelanggan dari kerentanan perangkat lunak yang tersebar luas terungkap awal pekan ini, dan itu bukan serangan.

Karena hal tersebut, 28 persen lalu lintas jaringan yang menggunakan Cloudflare pun langsung mengalami gangguan dan berlangsung selama setengah jam.

Kasus Cloudflare tumbang menyusul gangguan jauh lebih besar pada pertengahan November melanda situs-situs seperti X, OpenAI dan Spotify serta game multipemain seperti League of Legends.

Kala itu, gangguan besar ini disebabkan oleh “file konfigurasi dibuat secara otomatis untuk mengelola lalu lintas ancaman” tumbuh melampaui ukuran diharapkan dan memicu kerusakan pada sistem perangkat lunak yang menangani lalu lintas untuk sejumlah layanan Cloudflare.

Cloudflare error di hari Jumat terdampak lebih kecil, memengaruhi situs-situs seperti Canva, Shopify, pialang saham Groww, serta LinkedIn, Zoom, dan Downdetector, situs yang digunakan untuk memantau masalah layanan daring. 

Situs web Downdetector mencatat lebih dari 4.500 laporan terkait Cloudflare setelah kembali daring. Saat berita ini ditulis, seluruh layanan sudah beroperasi dengan normal.

Mengingat serangkaian gangguan internet cukup besar dalam beberapa bulan terakhir, hal ini dapat membuat beberapa perusahaan mempertimbangkan kembali cara mereka menggunakan layanan Cloudflare.