Kasus Bullying di Bekasi, SMPN 1 Tambun Selatan Sebut Dipicu Hubungan Senior-Junior
Tim Redaksi
BEKASI, KOMPAS.com –
Pihak SMP Negeri 1 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memberikan penjelasan terkait
bullying
yang melibatkan sejumlah siswanya dan sempat viral di media sosial.
Humas SMPN 1 Tambun Selatan, Giyatna, mengatakan berdasarkan keterangan para siswa, aksi perundungan itu dipicu oleh hubungan antara senior dan junior di sekolah.
“Kalau menurut informasi yang kami terima dari siswa yang kami gali jadi kayak ada model perekrutan, jadi kakak kelas sama adek kelas untuk melanjutkan ‘cita-cita’ (tongkrongan) jadi kayak ospek gitu,” ujar Giyatna saat ditemui di lokasi, Kamis (16/10/2025).
“Ibaratnya kayak gini, ‘gue udah mau lulus nih, lu yang ngelanjutin,’” imbuhnya.
Menurut Giyatna, aksi kekerasan tersebut dilakukan oleh tujuh siswa kelas IX terhadap enam siswa kelas VIII.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah siswa berdiri dan menendang beberapa siswa lain yang jongkok di hadapan mereka.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan korban, aksi kekerasan itu berlanjut setelah para junior menolak ajakan nongkrong dari para senior.
“Sudah pulang udah ganti baju, setelah itu main PS, kata korban, nih dipaksalah diajak nongkrong sama kakak kelasnya karena enggak mau diajak nongkrong makanya dihajar,” ucap Giyatna.
Sebelumnya, video perundungan tersebut menjadi viral setelah diunggah akun Instagram @babelan24jam. Dalam video itu terlihat beberapa siswa SMP mengenakan seragam berdiri, sementara beberapa lainnya jongkok dan ditendang oleh pelaku.
“Viral aksi perundungan pelajar SMP infonya kejadian di Tambun Selatan,” tertulis dalam keterangan unggahan tersebut.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Kasus Bullying di Bekasi, SMPN 1 Tambun Selatan Sebut Dipicu Hubungan Senior-Junior Megapolitan 16 Oktober 2025
/data/photo/2025/10/16/68f09e5a6f2bf.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)