Kisah Pilu Andree: Vespa Tak Dapat, Dana Sekolah Anak Melayang Megapolitan 2 Agustus 2025

Kisah Pilu Andree: Vespa Tak Dapat, Dana Sekolah Anak Melayang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        2 Agustus 2025

Kisah Pilu Andree: Vespa Tak Dapat, Dana Sekolah Anak Melayang
Tim Redaksi
BEKASI, KOMPAS.com
– Sebanyak 63 orang diduga menjadi korban
penipuan jual beli Vespa
fiktif oleh seorang pemilik bengkel ternama di Jalan Cipendawa, Rawalumbu, Kota
Bekasi
, berinisial AWP.
Kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar dengan nilai bervariasi antara Rp 7 juta hingga Rp 150 juta.
Tak terima, para korban memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan pelaku ke Polres Metro Bekasi Kota pada 17 Juli 2025.
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor: LP/B/1.722/VII/2025/SPKT.SAT RESKRIM/POLRES METRO BEKASI KOTA/PMJ.
Kasus penipuan turut mengorbankan seorang warga Jatibening, Pondok Gede, Andree Noviar Pradana (32).
Saking kecewanya terhadap tindakan pelaku sampai membuat Andree tak bisa menutupi rasa kesedihannya.
Andree mengaku sangat menyesal berbisnis dengan pelaku. Terlebih, dia kehilangan uang Rp 25,5 juta yang sedianya akan digunakan untuk biaya sekolah anak.
“Saya merasa bodoh, kok bisa ketipu sama orang kayak dia, dan saya cerita ke dia kalau duit saya tinggal segini,” kata Andree sembari menangis, Jumat (1/8/2025).
Andre mengaku mendapat tawaran jual beli Vespa oleh pelaku pada Januari 2025.
Pelaku menawarkan satu unit Vespa jenis PTS milik seseorang yang hendak dilepas dengan harga Rp 26 juta.
Saat itu, pelaku berjanji akan langsung menjual unit tersebut. Hasil penjualan akan dibagi sesuai kesepakatan di antara keduanya.
Tawaran ini membuatnya tergiur. Tak berpikir panjang, Andree langsung menyerahkan uang Rp 25,5 juta sebagai modal pembelian unit tersebut ke rekening pribadi pelaku
Setelah uang diserahkan, unit Vespa tak kunjung diperlihatkan. Bahkan, ia kehilangan jejak setelah pelaku diduga kabur ke Jawa Tengah.
Ia semakin gundah ketika mengetahui bengkel milik pelaku tiba-tiba tutup secara misterius pada Maret 2025.
Kondisi ini membuat Andree curiga. Akhirnya, ia mencari informasi mengenai sosok pelaku ke sesama komunitas Vespa.
Belakangan ia baru mengetahui jika pelaku juga menipu puluhan orang lainnya dengan berbagai modus.
Modus tersebut mulai dari jual beli Vespa, servis, restorasi, hingga jual beli spare part atau aksesoris Vespa.
Perlahan, Andree menyadari telah menjadi korban penipuan pelaku. Seketika, mentalnya hancur lantaran sosok yang ia hormati justru meruntuhkan kepercayaannya.
“Saya kesal, mental saya kena,” ucap Andree.
Belakangan juga menyadari bahwa total korban mencapai 63 orang dengan kerugian secara keseluruhan sekitar Rp 1,5 miliar.
Meski mempunyai pemasukan tetap, peristiwa tersebut tetap membuat ekonominya goyah.
Alhasil, Andree terpaksa menjual salah satu Vespa kesayangannya senilai Rp 15 juta.
Hasil penjual motornya kemudian ia pergunakan untuk biaya pendaftaran anak masuk taman kanak-kanak (TK).
“Kebetulan saya punya vespa satu lagi. Vespa yang dijual Vespa Exclusive 1997, saya jual Rp 15 juta,” ujar Andree.
Kecewa dengan tindakan pelaku, Andree dan sejumlah rekannya terpaksa membuat laporan di Polres Metro Bekasi Kota pada 17 Juli.
Laporan tersebut teregistrasi bernomor: LP/B/1.722/VII/2025/SPKT.SAT RESKRIM/POLRES METRO BEKASI KOTA/PMJ.
Berangkat dari laporan ini, Andree berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal atas perbuatannya.
“Harapannya ini menjadi titik terang, menjadi pintu awal agar pelaku ditangkap dan dimintai pertanggungjawabannya,” imbuh dia.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro membenarkan kasus tersebut. Pihaknya masih mendalami kasus.
“Masih kita dalami,” tambah Kusumo.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.