Liputan6.com, Cilacap – Daun dadap menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi among-among di Cilacap. Selain digunakan dalam among-among, daun dadap juga kerap hadir dalam ritual bersih desa dan upacara panen, dipercaya membawa perlindungan dan keberuntungan.
Mengutip dari berbagai sumber, masyarakat di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, masih mempertahankan tradisi among-among sebagai bagian dari kehidupan budaya dan spiritual mereka. Tradisi ini dilaksanakan secara turun-temurun dengan tujuan menjaga nilai-nilai religius.
Among-among juga merupakan sebuah bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur yang diyakini memengaruhi kehidupan sehari-hari. Daun dadap menjadi salah satu elemen penting dalam pelaksanaan among-among.
Tanaman dengan nama ilmiah erythrina variegata ini sering digunakan sebagai bagian dari sajen dan perlengkapan ritual. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, daun dadap memiliki kekuatan spiritual yang mampu memberikan perlindungan dari marabahaya sekaligus mendatangkan keberuntungan.
Penggunaan daun dadap tidak terbatas pada tradisi among-among. Masyarakat Cilacap juga memanfaatkannya dalam ritual bersih desa dan upacara panen.
Dalam konteks bersih desa, daun ini dianggap sebagai simbol pembersihan energi negatif dan pemanggilan berkah. Sementara dalam upacara panen, kehadirannya menjadi tanda syukur atas hasil bumi yang melimpah.
Fungsi daun dadap dalam berbagai ritual tersebut tidak lepas dari kepercayaan masyarakat akan hubungan antara manusia dan alam. Tanaman ini dipandang sebagai perantara yang menghubungkan dunia nyata dengan alam spiritual.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4899761/original/017055300_1721789143-pexels-sohi-807598.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)