Kisah Marhamah Jemaah Haji Berusia 104 Tahun Asal Pamekasan, Lunasi Biaya Haji dari Usaha Genteng dan Bertani Regional 1 Mei 2025

Kisah Marhamah Jemaah Haji Berusia 104 Tahun Asal Pamekasan, Lunasi Biaya Haji dari Usaha Genteng dan Bertani
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        1 Mei 2025

Kisah Marhamah Jemaah Haji Berusia 104 Tahun Asal Pamekasan, Lunasi Biaya Haji dari Usaha Genteng dan Bertani
Tim Redaksi
PAMEKASAN, KOMPAS.com
– Nenek
Marhamah
(104), jemaah calon haji (JCH) tertua di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, bersiap menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah tahun ini.
Saat ditemui di kediamannya di Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Marhamah tampak tengah melipat pakaian ihram, mukena, dan perlengkapan lainnya yang akan ia bawa untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Meski usianya telah sepuh dan penglihatannya mulai menurun, Marhamah tetap berusaha mandiri dan tak ingin merepotkan orang lain.
Gerak tangannya yang cekatan saat menyiapkan perlengkapan ibadah menunjukkan semangatnya yang tetap kuat, meskipun garis keriput di wajahnya menandakan usia yang tak lagi muda.
Perempuan kelahiran 1921 itu sempat menunjukkan KTP elektronik miliknya kepada Kompas.com. KTP tersebut diterbitkan pada 30 Oktober 2018 dan berlaku seumur hidup.
“Ibu mendaftar haji tahun 2019 lalu. Saat itu, sesuai daftar tunggu haji yang ada, dia dijadwalkan akan berangkat pada tahun 2045 mendatang. Tapi alhamdulillah bisa berangkat tahun ini,” ujar Ayamah, anak kandung Marhamah, Kamis (1/4/2025).
Menurut Ayamah, ibunya tetap aktif dalam kegiatan sehari-hari, termasuk bekerja di sawah.
“Kan orang petani, Pak. Biasa ke sawah, setiap hari, bolak-balik ke sawah,” jelasnya.
Biaya haji Marhamah dilunasi dari hasil kerja kerasnya sendiri, yakni membuat genteng dan bertani. Hasil pertaniannya meliputi tembakau, kacang, singkong, dan tanaman lain, yang dibantu oleh anggota keluarga.
“Hasil usaha membuat genteng, ada hasil bertani juga seperti menanam tembakau, kacang, singkong, dan lain-lain,” tambah Ayamah.
Untuk menjaga kesehatan, Marhamah tidak memiliki resep khusus.
Ia hanya menjaga pola makan, rutin mengonsumsi sayur-sayuran, jamu tradisional, dan menjalani amalan yang diajarkan oleh para kiai.
Ayamah menyatakan akan mendampingi ibunya selama menjalankan ibadah haji. Ia sendiri telah mendaftar haji sejak tahun 2013.
“Iya, nanti saya mendampingi ibu menunaikan ibadah haji. Dia masuk JCH kategori pendampingan, saya sendiri sudah mendaftar haji tahun 2013 lalu,” tutup Ayamah.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.