Penjual Mainan di Ragunan Menjerit Sepi Pembeli, Berbeda dari Tahun Sebelumnya Megapolitan 3 April 2025

Penjual Mainan di Ragunan Menjerit Sepi Pembeli, Berbeda dari Tahun Sebelumnya
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        3 April 2025

Penjual Mainan di Ragunan Menjerit Sepi Pembeli, Berbeda dari Tahun Sebelumnya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com

Penjual mainan
di kawasan
Ragunan
mengeluhkan sepinya pembeli selama libur
Lebaran 2025
, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan oleh Eva (45), seorang
penjual mainan
dan boneka di pintu Timur Ragunan, pada Kamis (3/4/2025).
“Semua penjual di sini menjerit karena sepi pembeli, walaupun ini libur Lebaran,” ungkap Eva, kepada Kompas.com.
Ia berharap momen-momen besar seperti Lebaran dapat mendatangkan lebih banyak pembeli.
“Cuma berharap hari libur besar seperti Lebaran,” tambah dia.
Eva mengungkapkan, pada libur Lebaran 2025, jumlah pembeli menurun signifikan, yang berimbas pada penurunan omzet.
“Dibandingkan tahun sebelumnya, omzet juga menurun signifikan,” kata dia.
Ia mengaku, selama Lebaran 2025, omzet yang didapatnya hanya berkisar antara Rp 1-1,5 juta dalam sehari.
“Padahal, kalau tahun-tahun sebelumnya, dalam sehari bisa capai Rp 4-5 juta,” ungkap dia.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Ita (40), penjual lainnya, yang merasakan dampak sepinya pembeli selama periode Lebaran 2025.
Ia mencatat bahwa omzet penjualannya menurun lebih dari 50 persen dibandingkan dengan libur Lebaran tahun lalu.
“Kalau libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya, saya bisa dapat Rp 5 juta per hari,” ujar dia.
Ia menambahkan, tanpa adanya momen besar seperti Lebaran, jumlah pembeli sangat sepi.
“Karena yang datang ke Ragunan juga banyak, jadi banyak anak tertarik buat beli mainan,” ungkap dia.
Eva dan Ita menjual mainan dan boneka dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 200.000.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.