Melihat Formasi Baru Indeks Unggulan LQ45

Melihat Formasi Baru Indeks Unggulan LQ45

Jakarta, Beritasatu.com – Indeks saham unggulan LQ45 memiliki formasi baru setelah adanya perubahan karena rebalancing rutin. Mulai Senin (3/2/2025), saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) resmi masuk ke dalam indeks bergengsi ini.

Ketiga saham tersebut menggantikan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) yang kini terdepak dari daftar LQ45.

Equity Research Analyst PT Erdikha Elit Sekuritas Hendri Widiantoro menilai, keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memasukkan CTRA, JPFA, dan MAPA ke dalam formasi baru indeks LQ45 cukup relevan dengan kriteria yang berlaku.

“CTRA memiliki peluang yang cukup baik karena adanya insentif stimulus dari pemerintah di sektor perumahan. Ini memberikan prospek yang signifikan bagi CTRA. Sementara itu, JPFA berpotensi mendapat manfaat dari bisnis ayam dan ternaknya, yang dapat memperkuat kinerja sahamnya,” jelas Hendri kepada Beritasatu.com di BEI Jakarta, Senin (3/2/2025).

Lebih lanjut, Hendri mengungkapkan bahwa meskipun data menunjukkan penurunan daya beli dan konsumsi masyarakat, kondisi di lapangan justru sebaliknya. Hal ini dapat mendukung bisnis MAPA sebagai emiten di industri ritel.

“Jika kita lihat langsung di lapangan, masyarakat tetap melakukan pengeluaran, baik untuk kebutuhan sekunder maupun tersier. Oleh karena itu, ketiga saham ini berada di jalur yang tepat dengan tren pasar saham saat ini,” tambahnya.

Hendri menegaskan bahwa indeks LQ45, sebagai kumpulan saham paling likuid, tetap menjadi pilihan investasi ideal bagi investor, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

“Pada dasarnya, setiap investor yang bertransaksi saham akan memperhatikan likuiditas. Jika mereka bisa membeli dalam jumlah besar, mereka juga harus bisa menjual dengan mudah,” ucapnya.

Saham-saham dalam indeks LQ45 memiliki tingkat likuiditas yang tinggi dan memberikan dampak signifikan terhadap pasar secara keseluruhan. 

Secara historis, setelah masuk ke dalam formasi baru LQ45, saham cenderung mengalami tren kenaikan. Namun, perlu dicatat bahwa JPFA telah menguat signifikan sejak awal tahun, dan investor asing tampaknya mulai mendistribusikan setelah melakukan akumulasi.

“Oleh karena itu, ruang penguatan JPFA mungkin terbatas, sementara CTRA dan MAPA memiliki potensi kenaikan yang lebih besar,” pungkas Hendri dalam menanggapi formasi baru LQ45.