Siswa SMKN 4 Semarang Polisi Tewas Ditembak, 2 Siswa Lain Terluka Regional 26 November 2024

Siswa SMKN 4 Semarang Polisi Tewas Ditembak, 2 Siswa Lain Terluka
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 November 2024

Siswa SMKN 4 Semarang Tewas Ditembak Polisi, 2 Siswa Lain Terluka
Tim Redaksi
 
SEMARANG, KOMPAS.com –
Insiden penembakan polisi di Semarang menewaskan seorang siswa SMKN 4 Semarang. Tak hanya itu, dua pelajar yang juga anggota paskibra lainnya dikabarkan terluka akibat terkena tembakan peluru.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN 4 Semarang, Agus Riswantini mengatakan, tiga siswanya terkena tembakan. Di antaranya GR (17), A (17), dan S (16).
GR yang meninggal telah dimakamkan di Sragen, dan dua siswa lainnya sempat mendapat perawatan medis.
A mengalami luka di bagian dada dan telah mengikuti pra rekontruksi yang digelar Polrestabes Semarang di lokasi penembakan di Semarang Barat.
“A itu infonya pelurunya di dada, entah nyerempet atau bagaimana, tapi ada luka. Sudah dijahit, kurang tahu dibawa ke RS mana,” kata Agus saat diwawancarai di kantornya, Selasa (26/11/2024).
Sementara itu, S mengalami luka tembakan di bagian tangan.
Menurut informasi dari keluarga, S telah dipulangkan dari rumah sakit. Namun masih mengalami trauma.
“S pelurunya di tangan, infonya kalau dari keluarga sudah dikeluarkan dari RS Tugu, tapi keluarga masih nggak berkenan untuk didatangi,” lanjut dia.
Pihak sekolah masih belum mengetahui duduk permasalahan secara detail lantaran keluarga ketiga korban belum bersedia memberikan keterangan.
“Karena pihak keluarga belum berkenan ya sudah, kita bisanya menunggu info, setelah semua klir, tahu permasalahannya,” tutur Agus.
 
Kemudian, teman sekelas S, berinisial ZA (16) hanya mendengar kabar bahwa korban A dirawat di rumah sakit karena terkena tembak. Dia juga membantah saat temannya itu disebut tergabung dalam gangster.
Pasalnya, ketiga korban itu merupakan sosok yang baik dan tidak pernah melanggar aturan. Bahkan S dikenal teman sekolah sebagai anak soleh yang rajin mengaji. Sehingga dia meyakini S tidak mungkin terlibat tawuran, apalagi menjadi anggota gangster.
“Dia anak rumahan, jarang ke mana-mana. Nggak pernah ngajak ke hal megatif, emang positif banget. Tahunya dia suka pengajian, biasanya di Instagram suka ngaji suka hadroh,” tandas dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.