3 Pelaku Tawuran Terkait Insiden Bocah 4 Tahun Tertembak Peluru Nyasar di Medan Ditangkap
Tim Redaksi
MEDAN, KOMPAS.com
– Polisi menangkap tiga pelaku tawuran yang terlibat dalam insiden tertembaknya seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun, AA, di Jalan Stasiun, Kecamatan Belawan, Kota Medan. Korban AA mengalami luka serius setelah peluru senapan angin mengenai bagian matanya saat aksi tawuran pecah.
Kasat Reskrim
Polres Pelabuhan Belawan
, AKP Agus Purnomo, mengatakan bahwa ketiga pelaku yang ditangkap adalah Rafli (21), Iqbal (20), dan Aditya (18). Ketiganya merupakan warga Kelurahan Belawan Bahari.
“Penangkapan terhadap ketiga pelaku dilakukan dalam dua tahap operasi penangkapan yang dimulai 6 Januari 2026 sekira pukul 02.30 WIB,” jelas Agus dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).
Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita empat buah senjata tajam berbentuk celurit sebagai barang bukti. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiga pelaku mengakui peran masing-masing dalam aksi tawuran berdarah tersebut.
“Rafli mengaku membawa
senapan angin
serta mengumpulkan para pelaku lainnya untuk melakukan tawuran,” ucap Agus.
Sementara itu, Iqbal berperan menyediakan senjata tajam bagi pelaku lainnya, dan Aditya mengaku ikut serta karena motif dendam.
Saat ini, kepolisian masih memburu pelaku lain yang terlibat, mengingat identitas mereka telah dikantongi oleh tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan dan Jatanras
Polda Sumut
.
Peristiwa tragis ini bermula pada Senin (5/1/2026) saat korban bersama ibunya, Romanda Capriati Siregar (33), sedang menumpang becak motor untuk menjemput ayahnya di Pasar Baru. Namun, perjalanan mereka terhenti di dekat Rumah Sakit Prima Husada Cipta Belawan karena adanya bentrokan antarkelompok pemuda.
“Waktu itu saya naik becak sama anak. Tiba-tiba anak nangis, ternyata matanya kena tembak,” kata Romanda saat diwawancarai di RSUD Pirngadi, Selasa (6/1/2026).
Hingga saat ini, kondisi AA masih sangat memprihatinkan karena proyektil peluru senapan angin dilaporkan masih bersarang di kelopak matanya. Korban direncanakan akan dirujuk ke Rumah Sakit USU untuk menjalani operasi pengangkatan peluru oleh dokter spesialis.
“Ini belum dapat dokter untuk operasi. Rencana mau dirujuk ke Rumah Sakit USU. Semoga lah bisa biar anak saya selamat,” ungkap Romanda dengan penuh harap.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
3 Pelaku Tawuran Terkait Insiden Bocah 4 Tahun Tertembak Peluru Nyasar di Medan Ditangkap Medan 8 Januari 2026
/data/photo/2026/01/08/695f3e9170adf.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)