Jubir Dharma Pongrekun Somasi Pandji Pragiwaksono Terkait Sindiran di “Mens Rea”
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Juru bicara pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana pada Pilkada DKI Jakarta 2024, Ikhsan Tualeka, melayangkan somasi etik terbuka kepada komika dan publik figur, Pandji Pragiwaksono.
Somasi tersebut disampaikan lantaran materi
stand up comedy
Pandji, “Mens Rea” yang tayang di platform Netflix, dianggap telah merendahkan pilihan politik sebagian warga, khususnya pemilih pasangan Dharma-Kun.
Pasalnya, dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 lalu, pasangan Dharma-Kun memperoleh 10 persen atau 459.230 suara.
“Kebebasan itu harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab etik, terutama ketika ekspresi publik berpotensi merendahkan martabat pemilih sebagai subjek demokrasi,” ujar Ikhsan dalam keterangannya yang diterima
Kompas.com,
Minggu (11/1/2026).
Ia menilai, kritikan yang disampaikan untuk kandidat politik adalah hal yang sah dan umum dalam demokrasi.
Namun, menurut dia, materi yang disampaikan oleh Pandji justru lebih menyasar kepada pemilih, bukan gagasan kandidatnya.
“Yang dipersoalkan bukan perbedaan pandangan politik, melainkan cara pandang yang merendahkan hak politik sebagian warga,” kata dia.
Tidak hanya itu, bahkan materi yang dinilai merendahkan para pemilih itu juga dipublikasikan melalui platform berbayar dengan jangkauan internasional.
Hal itu sangat disayangkan lantaran Pandji yang merupakan publik figur seharusnya tidak memicu polarisasi atau delegitimasi simbolik terhadap pemilih.
“Ketika seorang figur publik menyampaikan materi di platform global, dampaknya jauh lebih luas. Karena itu penting untuk menjaga agar humor tidak berubah menjadi stigmatisasi terhadap kelompok pemilih tertentu,” ujar Ikhsan.
Oleh karena itu, dalam somasi tersebut, Ikhsan menyampaikan tiga permintaan utama kepada Pandji sebagai berikut:
Dalam somasi etik terbuka tersebut, ia memberikan waktu 14 hari kepada Pandji untuk memberikan tanggapan atau refleksi publik.
Menurut Ikhsan, somasi ini tidak memiliki intensi hukum dan tidak dimaksudkan sebagai tekanan.
Ia berharap masalah tersebut menjadi bahan refleksi bersama mengenai batas etika humor politik di ruang publik
“Ini bukan tekanan, melainkan undangan dialog etik yang dewasa dan bermartabat,” ucap dia.
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono menyinggung sosok mantan calon gubernur DKI Jakarta 2024,
Dharma Pongrekun
, dalam materi
stand up comedy
terbarunya bertajuk Mens Rea yang tayang di Netflix.
Dalam penampilannya, Pandji menyoroti pandangan Dharma terkait Covid-19 serta menyinggung para pemilihnya.
Pandji membuka bagian materi tersebut dengan mengatakan, dirinya sadar risiko membahas isu politik di panggung komedi.
“Orang pasti pada bilang,
‘Ah Bang Pandji mah ngomong doang, kasih solusi dong kalau berani’
. Lah aneh, solusi kok dari yang berani? Solusi itu dari yang pintar,” ujar Pandji di atas panggung.
Pandji kemudian menyinggung Dharma Pongrekun, sosok yang menurutnya kerap bersikap berani tetapi tidak rasional.
“Indonesia pernah melihat sosok pemberani yang punya sejumlah solusi tapi menurut keyakinan saya, orangnya agak-agak… aakh. Dharma Pongrekun,” kata Pandji yang disambut dengan tawa penonton.
Ia juga menyinggung saat Dharma Pongrekun yang maju secara independen, tanpa diusung partai politik pada Pilkada 2024.
“Untuk yang lupa, beliau ini adalah Calon Gubernur Jakarta kemarin. Calon independen, enggak ada yang ngajak dia. Pengen aja. Enggak boleh? Cagub indie, Baskaranya politik,” kata Pandji yang lagi-lagi membuat para penontonnya tertawa.
Dalam materi tersebut, Pandji menyoroti klaim Dharma yang menolak vaksin Covid-19 dan menyebutnya sebagai hasil konspirasi.
Kemudian, Pandji menggambarkan sebuah cuplikan wawancara Dharma dalam podcast bersama Merry Riana di sebuah tayangan YouTube.
“Dia pernah diwawancarai Merry Riana. Merry tanya,
‘Bapak enggak vaksin ya?’
Terus Dharma bilang,
‘enggak usah takut yang kayak gitu-gituan’,
” cerita Pandji sambil memperagai tingkah Dharma Pongrekun yang mengelap meja pakai tangan, lalu ditempelkan ke lidahnya.
Pandji dan penonton pun menertawakan tindakan yang dilakukan Dharma Pongrekun dalam
podcast
itu.
“Ngapain itu? Itu bukan nangkep virus, nangkep bakteri. Covid enggak, mencret iya,” imbuh dia.
Pandji juga mengutip pernyataan Dharma yang menyebut angka “19” dalam Covid-19 adalah kode konspirasi.
“Dengan berani dia bilang, Covid 19, 19-nya itu apa? Kode dia bilang, 19 itu kode. 19-nya adalah huruf dalam alfabet,” kata Pandji.
“Satu, huruf pertama Alfabet, A. Sembilan, huruf kesembilan dalam alfabet itu, I. Covid 19 adalah AI kata dia gaes. AI!” sambung Pandji yang tidak henti membuat penontonnya tertawa.
Namun, hal itu membuat dirinya khawatir lantaran saat Pilkada DKI Jakarta 2024, Dharma mendapat sekitar 10 persen suara.
“Dan tahu enggak apa yang lebih mencemaskan, dia dapat 10 persen suara. Ada yang milih,” kata dia.
Hal tersebut dikomentari olehnya yang mengatakan bahwa bagian terpenting dari pertunjukannya bukan untuk mengubah politisi, tetapi menyoroti perilaku pemilih agar pada pemilu selanjutnya bisa menjadi lebih bijak.
“Mens Rea itu tidak dirancang untuk mengubah para politisi, karena percuma. Yang lagi kita usahakan adalah yang milih sosok seperti itu,” ucap Pandji.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
3 Jubir Dharma Pongrekun Somasi Pandji Pragiwaksono Terkait Sindiran di "Mens Rea" Megapolitan
/data/photo/2024/11/14/67356a8a98f3f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)