‘WoW Mantul’ Redam Potensi Wabah DBD

30 May 2022, 13:06

BANTUL, KRJOGJA.com – Pemerintah Kalurahan Gilangharjo Pandak Bantul terus berusaha meredam potensi deman berdarah dengue (DBD) mewabah. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi Wolbachia wis Masuk Bantul (WoW Mantul). Bahkan pada Senin (30/05/2022) digelar sosialisasi program dan peletakan puluhan ember nyamuk ‘WoW Mantul’ di Jodog Gilangharjo Pandak Bantul.

“Program ini merupakan salah satu antisipasi untuk mencegah potensi wabah DBD di Kalurahan Gilangharjo Pandak, ” ujar Lurah Gilangharjo Pardiyono SPd disela acara.

Dijelaskan di Kalurahan Gilangharjo terdapat 15 dusun dan 94 RT. Nantinya program WoW Mantul bakal disosialisasikan kepada seluruh masyarakat. Sehingga program memerangi DBD berjalan efektif.

“Sebenarnya untuk kasus-kasus DBD yang ada di Gilangharjo termasuk rendah. Karena wilayah bagian selatan masih banyak sekali ruang terbuka, permukiman relatif tidak pada serta jarang terdapat genangan air,” ujar Pardiyono.

Meski begitu, pemerintah Kalurahan Gilangharjo tidak mau kecolongan. Oleh karena itu penaggulangan wabah DBD mesti dilakukan sejak dini. Karena serangan DBD cukup membahayakan bagi masyarakat. Dengan adanya program yang digagas Dinas Kesehatan tersebut masyarakat lebih tahu, lebih bisa memahami tentang penanggulangan penyebaran nyamuk tersebut.

Sementara Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, dr Abednego Dani Nugroho mengatakan kasus DBD di Bantul memang cukup tinggi jika dibanding dengan kabupaten lainnya di DIY. Oleh karena itu Dinas Kesehatan menyiapkan strategi baru dalam memerangi DBD salah satunya dengan menggunakan teknologi Wolbachia.

Bakteri alami yang terdapat pada 60 % seranga di sekitar lingkugan. Dengan teknologi tersebut mampu menghambat replikasi virus dengue pada tubuh nyamuk aegypti sehingga dapat mencegah penularan virus dengue ke tubuh manusia.

“Teknologi ini terbukti sangat efektif menurunkan hingga 77% kasus DBD dan menurunkan 80% kasus DBD yang dirawat di rumah sakit dari hasil uji efikasi di Kota Yogyakarta,” jelasnya.

Sedang Kepala Puskesmas Pandak, dr Lucia Sri Rejeki MPH mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir atas nyamuk Aedes Aegypti ber Wolbachia yang disebarkan. Karena sebelumnya sudah dilakukan analisis risiko teknologi Wolbachia oleh para ahli dari berbagai latar belakang keahlian yang tergabung dalam independen. (Roy)


https://www.krjogja.com/berita-lokal/diy/bantul/wow-mantul-redam-potensi-wabah-dbd/

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi