Waspada Bahaya Jejak Digital Pasif di Internet, Bisa Membawa Sial!

16 August 2022, 13:10

Liputan6.com, Jakarta Jejak digital di internet bisa menjadi masalah besar jika berisi hal-hal buruk. Salah satu jenis jejak digital yang harus dihindari adalah yang bersifat pasif

Dosen Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Bevaola Kusumasari, memaparkan setiap kali kita mengunjungi sebuah situs, kita telah mengungkapkan beberapa informasi tentang diri kita kepada pemilik situs tersebut.

“Informasi itu antara lain alamat IP, juga lokasi geografis. Salah satu jenis dari jejak digital adalah jejak digital pasif,” kata Bevaola dalam acara webinar bertajuk ‘Candu Medsos, Hati-Hati Stres gara-gara Media Sosial’ yang digelar Kemkominfo bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi di Pontianak, belum lama ini.

Menurutnya, jejak digital pasif sebenarnya tidak terlalu berbahaya, namun data jejak ini dapat menjadi masalah besar dalam beberapa kondisi.

“Masalah yang timbul dari jejak digital pasif adalah penjualan data aktivitas pelanggan oleh perusahaan pengelola situs kepada pihak-pihak lain,” ungkap Bevaola, dikutip Selasa (16/8/2022).

Ia menyebut jejak digital itu bisa membawa sial, karena informasi kita dapat tersebar secara mudah dan biasanya layanan pinjalan online (pinjol) memanfaatkan hal ini.

“Contohnya dari pesan SMS yang masuk ke dalam ponsel kita itu sekarang kebanyakan dikirimkan oleh mesin. Dapat nomor kita dari mana? Ya, salah satunya dari jejak digital pasif yang kita tinggalkan,” tutur Bevaola memungkaskan.

Terkait etika digital di internet, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UTY Yogyakarta Ade Irma Sukmawati, menyebut bahwa ketika kita berbicara mengenai literasi digital maka tidak dapat dilepaskan dari indeks literasi yang terdiri dari kecakapan, etika, budaya dan keamanan digital sebagai tolak ukurnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bila anda pengguna internet yang menaruh data di cloud, mungkin data itu tersimpan di sebuah kawasan permukiman dekat Ibukota AS. Mayoritas lalulintas internet dunia melewati kota Ashburn yang adalah salah satu pusat data terbesar di dunia. Berikut l…


https://www.liputan6.com/tekno/read/5043329/waspada-bahaya-jejak-digital-pasif-di-internet-bisa-membawa-sial

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi