Wali Kota Ambon Sebut Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat pada 2020

18 June 2021, 14:12

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat memberikan keterangan pers kepada waratwan di Kantor Wali Kota Ambon, Kamis (22/10/2020)

KOMPAS.com – Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya meningkat pada 2020.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Ambon menerima 55 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2020.

Baca juga: Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Kasatpol PP Surabaya: Mereka Tidak Sabar Antre, Ingin Duluan

Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 40 kasus.

Sementara dari pada 2021, tercatat 24 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan yang diterima P2TP2A hingga Juni.

Richard menambahkan, P2TP2A juga menerima 60 laporan kasus kekerasan terhadap anak pada 2020. Hingga Juni 2021, sebanyak 29 kasus kekerasan terhadap anak telah dilaporkan.

“Ini hanya kasus yang terlaporkan, sedangkan masih banyak kasus yang tidak dilaporkan,” kata Richard saat pelantikan pengurus P2TP2A Kota Ambon di Ambon, dikutip dari Antara, Jumat (18/6/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bentuk kekerasan di Kota Ambon, kata dia, lebih banyak didominasi dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Selain itu, juga ada kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dengan pelaku keluarga sendiri.

Richard menjelaskan, kasus itu menjelaskan, pandemi Covid-19 diduga menjadi salah satu penyebab maraknya kasus kekerasan itu.

Masalah ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan, tempat tinggal yang padat, dan beban rumah tangga yang tinggi, membuat perempuan menjadi korban pelampiasan kemarahan.

Baca juga: Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Kami Butuh Tenda dan Selimut, Itu yang Paling Penting…

Ia juga menyoroti penggunaan ponsel sebagai media belajar dalam jangka waktu lama dan minimnya pengawasan orangtua diduga membuat anak menjadi stres.

“Keadaan ini menjadi keprihatinan kita semua, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan penanganan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” katanya.


https://regional.kompas.com/read/2021/06/18/131019678/wali-kota-ambon-sebut-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak-meningkat-pada

 

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi