Usut Pencucian Uang, Bareskrim Pamer Duit Sitaan Rp 531 Miliar

17 September 2021, 8:03

RM.id  Rakyat Merdeka – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyita uang Rp 531 miliar dalam penyidikan kasus peredaran obat ilegal. Uang ini disita dari tersangka Dianus Pionam.

Tumpukan uang ini dipamerkan dalam konferensi pers bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK) di Bareskrim, kemarin.

Baca Juga : Ganjil Genap Diberlakukan Di Kawasan Lokasi Wisata

“Dari hasil penelusuran terhadap rekening-rekening yang bersangkutan ada 9 bank, Rp 531 miliar yang dapat kami sita,” kata Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Agus Andrianto. Menurutnya, sebagian duit sitaan itu ditampilkan dalam jumpa pers ini.

Tersangka sebenarnya tidak mempunyai keahlian dalam bidang farmasi. Juga tidak memiliki perusahaan yang bergerak di bidang farmasi. Namun, dia mengimpor obat. Obat-obatan itu tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga : Tak Irit Dana Pemilu Negara Bisa Ambruk

Obat dimasukkan ke Indonesia menggunakan jasa ekspedisi. Ditujukan kepada nama Awi/Flora Pharmacy. Begitu obat tiba di gudang perusahaan ekspedisi, tersangka memerintahkan kurir untuk mengambilkan. Selanjutnya, didistribusikan ke pembeli di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, dan wilayah lainnya.

Pembayaran dengan cara transfer dana ke rekening tersangka ketika jatuh tempo—sesuai kesepakatan. Tersangka memperoleh keuntungan berkisar 10 persen hingga 15 persen.

Baca Juga : Tendensius Mengungkap Data Dan Fakta (4)

Praktik ini telah dilakoni selama 10 tahun. Uang hasil peredaran obat ilegal ini ditransfer ke rekening milik tersangka di beberapa bank. Juga ditempatkan dalam deposito, reksadana hingga membeli produk asuransi.

Kejahatan Dianus terkuak setelah Polres Mojokerto mengusut peredaran obat ilegal di wilayah itu. Saat itu, polisi menemukan obat Favipiravir/Favimex sebanyak 200 tablet, Crestor 20 mg sebanyak 6 pak, Crestor 10 mg sebanyak 5 pak, dan Voltaren Gel 50 mg sebanyak 4 pak. Obat-obatan itu belum sempat diedarkan.
 Selanjutnya 


https://rm.id/baca-berita/nasional/91359/kasus-peredaran-obat-ilegal-usut-pencucian-uang-bareskrim-pamer-duit-sitaan-rp-531-miliar

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Statement

Fasum

Transportasi