Unit Pelaksana Teknis Kementan Siap Produksi Vaksin PMK

30 May 2022, 15:10

RM.id  Rakyat Merdeka – Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sedang proses pembuatan vaksin untuk Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK).

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga saat melakukan kunjungan kerja ke Pusvetma, Surabaya, Jumat (27/5).

“Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah mengintruksikan langsung kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan agar Pusvetma segera memproduksi vaksin setelah munculnya kasus kejadian PMK di Jawa Timur sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu,” ungkap Kuntoro.

Menurutnya, dengan vaksinasi efektif, tindakan pengendalian yang ketat dan sistematis dan berkelanjutan, telah membuktikan sebagian besar negara menjadi bebas PMK.

“Saya tadi menyaksikan sendiri, saat ini proses pengembangan produksi vaksin PMK sedang berlangsung, sejak Bapak Menteri menginstrusikan Pusvetma memproduksi kembali vaksin PMK,” ujarnya.

Berita Terkait : Pemerintah Siap Lindungi Identitas Seluruh Pelapor

Kuntoro menambahkan, vaksinasi memang menjadi solusi dan harapan bagi para peternak di seluruh Indonesia. 

Dengan adanya vaksin wabah PMK, Indonesia diharapkan bisa kembali menjadi negara bebas PMK.

Sebagai informasi, kemampuan Indonesia dalam produksi vaksin PMK dimulai sejak tahun 1952.

Dengan program vaksinasi massal sejak tahun 1964, Indonesia sudah bebas dari PMK sejak tahun 1986 dan diakui di lingkungan ASEAN sejak 1987, serta diakui secara internasional oleh organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties-OIE) sejak 1990.

Sementara, Kepala Pusvetma Edy Budi Susila menjelaskan, proses pengembangan produksi vaksin PMK oleh Pusvetma telah berlangsung sejak Menteri Pertanian menginstruksikan diproduksinya kembali vaksin PMK. 

Berita Terkait : Jadi Pelatih Terbaik Inggris, Klopp: Ini Penghormatan Di Musim Yang Gila

Dia menjelaskan, proses pengembangan produksi vaksin PMK oleh Pusvetma sejatinya pernah dilakukan untuk membebaskan Indonesia dari penyakit mulut dan kuku pada 1983-1986. 

Bertolak pada pengalaman tersebut, dia meyakini bahwa Pusvetma dapat mengembangkan vaksin dalam negeri guna pengendalian PMK ke depan.

Lebih lanjut, Edi menyampaikan, seiring dengan kejadian wabah PMK, proses pengembangan produksi vaksin di Pusvetma dimulai kembali, dan saat ini telah memasuki purifikasi isolate dan phase ke-6. 

“Proses pembuatan vaksin PMK ini dengan menggunakan teknologi tissue culture dengan sel BKH 21. Vaksin bersifat inaktif dan diformulasikan  dengan adjuvant,” ungkap Edi.

Kendati demikian, Edi mengatakan, pengembangan produksi vaksin PMK ini memerlukan proses, karena Pusvetma sebelumnya tidak memproduksi vaksin penyakit tersebut sejak Indonesia dinyatakan bebas PMK tanpa vaksinasi oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) pada 1990. 

Berita Terkait : Bupati Bima: Kerja Cerdas Mentan Mampu Tingkatkan Produksi Beras Nasional

Dengan berbagai tantangan, Edy memastikan,  Tim Pusvetma akan mampu melakukan pengembangan produksi vaksin yang dibutuhkan walaupun memerlukan berbagai penyesuaian. 

“Pusvetma akan memaksimalkan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan yang ada di fasilitas produksi vaksin Pusvetma,” ungkap Edy.

Dia mengatakan, Pusvetma akan mengerahkan semua pegawai untuk bahu-membahu dalam bekerja, agar vaksin yang ditunggu oleh seluruh peternak ini dapat segera terealisasi. 

“Kami optimis dengan pengalaman Indonesia sebelumnya dan kerja sama dengan para dokter hewan senior, kita akan dapat segera memproduksi vaksin PMK tersebut,” pungkasnya.■


https://rm.id/baca-berita/government-action/126321/unit-pelaksana-teknis-kementan-siap-produksi-vaksin-pmk

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi