Unggahan Pertama Ridwan Kamil Usai Anaknya Hilang, ‘Terima Kasih Semua Yang Ikhlas Mendoakan’

31 May 2022, 1:41

POJOKSATU.id, BANDUNG — Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengunggah pertama kali di media sosialnya pada Senin (30/5) usai hilangnya Eril anaknya di Sungai Aare Swiss. Perkembangan pencarian Eril masih nihil.

Dalam postingan pertama Ridwan Kamil di akun Facebook dan Instagram ini, Ridwan Kamil memohon doa warga agar Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril segera ditemukan.

Proses pencarian Eril terus berlangsung, Ridwan Kamil memohon dukungan doa agar ikhtiar yang dijalankan diridhoi Allah SWT dan segera menemukan hasil.

“Mohon doanya, pencarian ananda Eril masih terus dilakukan, semoga Allah SWT memudahkan ikhtiar ini, Amin YRA,” kata Ridwan Kamil dalam tulisan tangan yang dia unggah di Instagram dan Facebook, Senin malam (30/5).

Pada keterangan gambar itu, pria yang akrib disapa Kang Emil itu, juga berterima kasih kepada masyarakat yang terlah melaksanakan doa bersama untuk keselamatan anaknya.

“Dan terima kasih dari kami sekeluarga kepada semua yang sudah ikhlas mendoakan dan melaksanakan doa bersama,” tulisnya.

“Semoga Allah membalas ketulusan hati anda semua,” demikian Kang Emil.

Diketahui, pencarian Eril anak Ridwan Kamil yang hanyut di Sungai Aare Swiss menggunakan perahu boat yang beroperasi zigzag.

Selain itu, juga menggunakan penyelam yang merekam bagian bawah sungai.

Otoritas Swiss terus mengintensifkan upaya pencarian anak pertama dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Sungai Aare, Bern, Swiss.

Sejak hilang pada 27 Mei lalu, Eril belum ditemukan hingga Minggu malam (29/5) waktu Swiss. Namun proses pencarian akan terus dilakukan pada Senin (30/5).

Menurut keterangan adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman, sejumlah metode digunakan untuk mencari Eril yang terakhir kali berenang di Sungai Aare bersama keluarganya.

Berbicara selama konferensi pers di Gedung Pakuan Bandung pada Senin, Elpi mengatakan tim SAR Swiss melakukan metode boat search, yaitu menggunakan perahu boat secara zigzag.

Satu boat diisi oleh tiga petugas, dua di antaranya bertugas meneropong bagian bawah sungai.

Selain itu, otoritas Swiss juga menerjunkan tim penyelam ke sungai. Mereka mencari dan merekam bagian bawah sungai dalam bentuk foto dan video sebagai informasi pendukung kepada pihak keluarga yang ikut memantau di lokasi.

Di samping itu, drone thermal dikerahkan untuk terbang di posisi rendah, dekat permukaan air, agar memudahkan pendeteksian dan menangkap gambar.

Elpi mengatakan, pihak KBRI Bern dan keluarga juga telah diizinkan untuk ikut melihat lebih dekat titik-titik pencarian pada hari keempat.

Mereka juga melakukan komunikasi yang intensif dengan pihak keluarga dan KBRI. (ral/rmol/pojoksatu)

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi