TNI AL Sita Kapal Pembawa 5,5 Ton Minyak Tanah Ilegal di NTT

3 April 2022, 10:09

Jakarta: TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Labuan Bajo mengamankan kapal pembawa bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Gua Rangko, Desa Tanjung Boleng, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 31 Maret 2022. Minyak tanah seberat 5,5 ton disita dari kapal tersebut.
 
Kapal kayu itu membawa minyak tanah ilegal dalam jeriken berkapasitas 20 liter sebanyak 275 buah. BBM ilegal itu rencananya diselundupkan ke Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
Penangkapan ini berawal dari data intelijen di lapangan terkait adanya indikasi giat penyelundupan di pelabuhan-pelabuhan tidak resmi di wilayah Manggarai Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Patroli rutin yang dilaksanakan Patkamla Lanal Labuan Bajo menititik beratkan pengawasan pada pelabuhan-pelabuhan tidak resmi. Patroli itu mendapati kegiatan yang mencurigakan, yakni aktivitas bongkar muat jerigen oleh kapal kayu di Dermaga Jeti.
 
Setelah menerima laporan Tim Patroli, Komandan Lanal Labuan Bajo Letkol Laut (P) Roni memerintahkan jajarannya melaksanakan operasi penangkapan. Termasuk pemeriksaan pada saat kapal tersebut sudah bergerak.
 
Kapal kemudian bermanuver ke arah tepi pantai. Para tersangka bahkan kabur ke hutan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, tmembawa kapal dan minyak tanah ke kepolisian Manggarai Barat.
 
Baca: Harga Pertamax Naik, Pertamina Tahan Laju Migrasi BBM
 
Roni mengatakan TNI AL sebagai aparat penegakan hukum di laut selalu siaga terhadap kegiatan-kegiatan ilegal. Penangkapan ini termasuk dalam kegiatan illegal oil yang dilakukan sekelompok orang untuk mencari keuntungan pribadi.
 
“Ada indikasi bahan bakar minyak tanah ini akan diperjualbelikan di wilayah Sape dan kegiatan seperti ini tentu akan dapat menimbulkan terjadinya kelangkaan minyak tanah di tengah masyarakat, khususnya di Manggarai Barat,” kata Roni.
 
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian. Salah satunya, membuat berita acara serah terima barang bukti dan penanganan lebih lanjut.
 
“Kami Lanal Labuan Bajo akan terus mengawal dan memberikan jaminan keamanan dari sisi laut, untuk itu kami mengharapkan peran serta masyarakat dalam memberikan informasi jika ada kegiatan-kegiatan ilegal yang aktivitasnya melalui jalur laut,” kata Danlanal.
 

(JMS)


https://www.medcom.id/nasional/hukum/Rkjv98Wk-tni-al-sita-kapal-pembawa-5-5-ton-minyak-tanah-ilegal-di-ntt

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

NGO

Organisasi

Perusahaan

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi