Tantangan Perempuan dalam Membangun Ekonomi Negara Berkelanjutan

3 April 2022, 20:06

Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri sebuah perusahaan garmen saat kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Keterlibatan perempuan dinilai menjadi syarat utama dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan tercapai pada 2030 mendatang.

Co-Chair G20 Empower Rina Prihatiningsih mengatakan, perempuan didorong untuk tidak hanya menikmati kemajuan, tapi juga untuk berkarya dan produktif mengoptimalkan pesatnya perkembangan digitalisasi hingga memimpin perubahan.

“Peran dan kepemimpinan perempuan saat ini sungguh sangat penting, karena merupakan bagian dari keberagaman, kesetaraan dan inklusivitas syarat dari terwujudnya kekuatan, ketahanan dan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan sejalan dengan komitmen aksi global yaitu, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tahun 2030,” tutur dia, dalam gelaran Memaknai Ulang Peran dan Kepemimpinan Perempuan, dikutip dari keterangannya, Minggu (3/4/2022).

Baca juga: Wapres Ajak Perempuan Lahirkan Kreativitas untuk Pembangunan Bangsa

Bukan hanya itu, Rina menambahkan, pembangunan ekonomi jangka panjang dengan keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan, dipercaya juga bisa menciptakan laju perekonomian yang sejahtera merata, setara dan berkeadilan.

Namun menurutnya untuk menciptakan keadaan keseimbangan tersebut, ada tantangan terbesar yang datang dari adanya konstruksi budaya di masyarakat yang bias gender, pekerjaan di ranah domestik dan pengasuhan yang merupakan pekerjaan tidak berbayar belum menjadi tanggungjawab bersama seluruh anggota keluarga.

“Hal ini karena masih dibebankan pada ibu, perempuan, dan anak perempuan,” kata dia.

Baca juga: Jadi Penggerak Ekonomi, Ini Peran Perempuan di Era Digital

Untuk menyikapi hal tersebut, lanjut Rina, penting strategi komunikasi di keluarga agar setiap anggota keluarga ikut bertanggungjawab terkait beban pekerjaan domestik dan pengasuhan.

Ia bilang, saat ini terdapat 5 indikator pengukur KPI yang telah ditetapkan pada G20 Empower, adalah pembagian peran yang seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam dunia kerja di semua level.

“Lalu, presentase perempuan yang dipromosikan dalam posisi tertentu, total kesenjangan renumerasi upah atau gaji (gender pay-gap),” ucap dia.


https://money.kompas.com/read/2022/04/03/190000026/tantangan-perempuan-dalam-membangun-ekonomi-negara-berkelanjutan

 

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi