Tanpa Potongan, Upah Minimum PMI sebagai ART di Malaysia Melebihi UMP DKI Jakarta

2 April 2022, 13:14

Tanpa Potongan, Upah Minimum PMI sebagai ART di Malaysia Melebihi UMP DKI Jakarta

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker RI) Ida Fauziyah merasa bersyukur atas terselenggaranya Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dengan Malaysia tentang penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sektor Domestik di Malaysia pada Jumat (1/4/2022) kemarin.

“Alhamdulillah, hari ini telah ditandatangani MoU antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia tentang perlindungan PMI yang sudah lama diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 2016,” kata Ida Fauziyah dikutip dari keterangan tertulisnya pada Sabtu (2/4/2022).

Menaker Ida bersama Menteri Sumber Daya Malaysia, Dato’ Sri M. Saravanan Murugan akan mengatur mekanisme satu kanal atau one channel system untuk semua proses penempatan, pemantauan, dan kepulangan PMI di Malaysia. 

MoU-tentang-penempatan-dan-perlindungan-Pekerja-Migran-Indonesia-2.jpg

Kedua pejabat negara tetangga tersebut juga sepakat menyusun dan menandatangani Joint Statement guna menjamin implementasi MoU Indonesia-Malaysia Sektor Domestik.

Menaker Ida mengatakan, ada beberapa poin penting yang telah disepakati Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia, yang tertuang dalam dokumen MoU Sektor Domestik yaitu Asisten Rumah Tangga (ART), namun tekanannya adalah ART yang kompeten.

Selain itu, lanjut Menaker Ida, Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia berwenang, menetapkan besaran upah minimum PMI sebesar RM 1,500 dan pendapatan minimum calon pemberi kerja sebesar RM 7,000.

“Penetapan pendapatan minimum bagi calon pemberi kerja ini, untuk memastikan agar gaji PMI benar-benar terbayar, kemudian gaji mereka (PMI) minimal RM 1500 atau Rp5,2 juta bersih tanpa potongan. Lebih besar dari UMP DKI. Ini kenaikan dari yang sebelumnya sekitar RM 1200,” kata Menaker Ida

MoU-tentang-penempatan-dan-perlindungan-Pekerja-Migran-Indonesia-3.jpg

Tak hanya itu, Menaker Ida mengungkapkan, PMI juga akan memperoleh jaminan sosial ganda yakni  BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Indonesia dan di Malaysia.

Sesuai MoU, Menaker Ida menjelaskan, PMI hanya akan bekerja di satu tempat/rumah. PMI dengan jabatan Housekeeper dan Family Cook bekerja pada pemberi kerja dengan jumlah keluarga maksimum enam orang dalam satu tempat/rumah. 

“Pemberi kerja dapat merekrut PMI dengan jabatan Child Caretaker untuk merawat anak dan/atau Elderly Caretaker untuk merawat lansia sesuai kebutuhan,” jelasnya.

“Proses penempatan PMI pada sektor domestik ke Malaysia di bawah skema One Channel System akan dimonitor dan dievaluasi secara berkala oleh kedua pemerintah,” tandas Menaker RI Ida Fauziyah. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.


https://www.timesindonesia.co.id/read/news/403991/tanpa-potongan-upah-minimum-pmi-sebagai-art-di-malaysia-melebihi-ump-dki-jakarta

Tokoh

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Statement

Fasum

Transportasi