Tana Toraja Kini Punya Perpustakaan Berkonsep Rumah Adat Tongkonan

30 May 2022, 15:02

RM.id  Rakyat Merdeka – Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando meresmikan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Kabupaten Tana Toraja, Senin (30/5). Bangunan berkonsep Rumah Adat Tongkonan itu memuat koleksi 5.867 judul dengan 17.585 eksemplar. Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas juga menyerahkan bantuan satu unit mobil perpustakaan keliling kepada Pemda Tana Toraja.

Setelah peresmian, digelar Talk Show Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) Kabupaten Tana Toraja. Acara ini diisi juga Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tana Toraja Kristian HP Lambe.

Dia menerangkan, Revolusi Industri 4.0 menuntut sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, produktif, menguasai Iptek dan informasi. Dalam konteks pembangunan, terang dia, literasi kesejahteraan mendorong manusia untuk mampu berpikir kritis, berkolaborasi, kreatif dan inovatif. Masyarakat diuntungkan dengan adanya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Berita Terkait : Masyarakat Jangan Euforia Berlebihan

“Perpustakaan adalah ruang pemberdayaan masyarakat dan ruang terbuka publik bagi siapa pun yang ingin menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Kristian, seperti keterangan yang diterima redaksi, Senin (30/5).

Pentingnya transformasi perpustakaan diamini Bupati Theofilus. Dia mengatakan, paradigma perpustakaan mengajak masyarakat menjadi lebih berdaya guna dan mampu berdikari. “Transformasi perpustakaan membuka ruang dan waktu apa itu manfaat perpustakaan,” ujar Theofilus.

Keberhasilan program transformasi perpustakaan memantik daerah untuk melakukan hal serupa untuk peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat. Replikasi program perpustakaan bahkan sudah diadopsi Pemprov Sulawesi Selatan, seperti mendirikan pojok baca digital hingga penunjukkan duta-duta baca daerah.

Berita Terkait : KSP: Masyarakat Bisa Terlibat Dalam Perumusan Aturan Turunan UU TPKS

“Perpustakaan merupakan infrastruktur layanan menciptakan SDM unggul dan berkualitas,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Mohammad Hasan.

Revolusi Industri 4.0 memaksa manusia hidup lebih cepat. Bahkan, pintar saja tidak cukup jika tidak memberikan manfaat sekitar. Perpustakaan akan berdampak besar jika ada sinergi dan kolaborasi dari semua sisi hulu literasi, seperti peran eksekutif, legislatif, TNI/Polri, pegiat literasi, penerbit, penulis, hingga duta-duta baca di daerah.

“Kehadiran perpustakaan adalah trigger, motor penggerak masyarakat. Apalagi saat ini dunia sudah masuk era yang serba digital akibat derasnya laju teknologi informasi dan komunikasi. Maka, literasi menjadi kemampuan mutlak yang mesti dimiliki,” jelas Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Deni Kurniadi.

Berita Terkait : Suka Cita Masyarakat Indonesia Rayakan Idul Fifri Di Bangkok

Di sela kegiatan, turut dikukuhkan Bunda Literasi Kabupaten Toraja periode 2022-2024 Erni Yetti Riman. Lalu, ada inisiasi Gerakan Sejuta Buku oleh Bupati dan penyerahan sumbangan buku sebanyak 2.000 eksemplar dari anggota Komisi X DPR Mitra Fakhrudin, dan bantuan 1.000 eksemplar buku dari Perhimpunan Masyarakat Tana Toraja Indonesia kepada Pemda Tana Toraja.■


https://rm.id/baca-berita/nasional/126326/tingkatkan-literasi-masyarakat-tana-toraja-kini-punya-perpustakaan-berkonsep-rumah-adat-tongkonan

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Transportasi