Tak Mau Kecolongan, TNI-Polri Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

18 June 2021, 15:34

Tak Mau Kecolongan, TNI-Polri Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

MerahPutih.com – Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2021.

Instruksi ini, menjadi upaya pencegahan untuk menekan laju penularan COVID-19 pasca Idul Fitri yang disertai penemuan varian-varian baru. Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu wilayah yang mengalami lonjakan kasus harian COVID-19.

Baca Juga

Takut Telat Masuk Kerja, Pengendara Rusak Pos Pemeriksan COVID-19 Suramadu

Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya telah mengambil sejumlah kebijakan untuk memutus mata rantai virus Corona. Salah satunya menggelar kembali Operasi Yustisi di Jakarta untuk memperketat penegakan protokol kesehatan.

“Kami lakukan pengetatan protokol kesehatan kepada masyarakat Jakarta ini dengan Operasi Yustisi kita preemtif, preventif strike yang kita lakukan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Jumat (18/6).

Dia menambahkan, Polri bersama TNI dan Pemprov DKI Jakarta akan menggelar apel akbar di Monas. Serta menggelar patroli bersama untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker.

“Kemudian juga kita lakukan bagi masker, kita ingatkan masyarakat karena kunci utamanya adalah displin prokes, 5M,” ujar Yusri,”tegasnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menegaskan naiknya kasus COVID-19 di Tanah Air secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir terkait erat dengan libur panjang Lebaran. Tren kenaikan ini diprediksi terus terjadi sampai pertengahan Juli 2021.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus berikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus berikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemkes, Siti Nadia Tarmizi menuturkan, puncak virus hingga lima pekan ke depan.

“Puncak COVID-19 ini diprediksi sampai lima pekan. Artinya di akhir Juni sampai Juli pekan ke-2,” tutur Nadia yang juga Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 ini.

Menurutnya, peningkatan COVID-19 saat ini terjadi akibat dampak mobilisasi massa secara besar pada saat bulan suci Ramadhan sampai usai Hari Raya Idul Fitri. Di samping itu, protokol kesehatan (prokes) yang kendor oleh masyarakat juga menyebabkan kenaikan.

“Peningkatan yang merupakan dampak mobilitas saat sebelum Ramadhan, sebelum Lebaran, pasca Lebaran, dan protokol kesehatan yang kendor,” sambungnya.

Berikutnya, dalam menekan angka penyebaran yang lebih luas, dia meminta agar masyarakat mematuhi prokes secara ketat dengan menerapkan 5M. Antara lain, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Sekarang masyarakat tetap disiplin 5M dan tes untuk deteksi dini sehingga kasus lebih cepat terdeteksi,” pungkasnya. (Knu)

Baca Juga

Sejumlah Guru Terpapar COVID-19 Saat Uji Coba PTM


https://merahputih.com/post/read/tak-mau-kecolongan-tni-polri-perketat-pengawasan-protokol-kesehatan

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi