Tag: Susilo Bambang Yudhoyono

  • Terbaru Jadi Jajaran Petinggi Yayasan Bill Gates

    Terbaru Jadi Jajaran Petinggi Yayasan Bill Gates

    Liputan6.com, Jakarta – Yayasan milik miliarder dunia, Bill Gates, Gates Foundation mengumumkan penunjukan Sri Mulyani Indrawati sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board). Sri Mulyani dikenal sebagai salah satu Menteri Keuangan terlama di Indonesia sekaligus perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut, serta mantan Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer Bank Dunia.

    “Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang berkeadilan—keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan ini,” ujar CEO Gates Foundation sekaligus anggota dewan pengurus, Mark Suzman, dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026)..

    Pengalaman panjang Sri Mulyani di bidang kebijakan ekonomi dan pembangunan dinilai akan memberikan perspektif penting bagi tata kelola dan misi Gates Foundation.

    “Kepemimpinannya akan membantu memastikan sumber daya kami terus digunakan untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia,” tambah dia. 

    Jejak Karier Sri Mulyani

    Sebagai ekonom yang diakui secara global, Sri Mulyani memiliki rekam jejak panjang dalam memimpin reformasi lembaga keuangan dan mendorong kebijakan yang memperkuat ketahanan ekonomi serta pertumbuhan yang inklusif.

    Dikutip dari laman ekon.go.id, Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, Lampung, pada tanggal 26 Agustus 1962. Dia merupakan wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010.

    Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan, Kabinet Indonesia Bersatu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Ketika menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani pun meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu.

    Jauh sebelum masuk pemerintahan, Sri Mulyani dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.

     

     

  • Jejak Karier Sri Mulyani, Dari Kepala LPEM FEUI ke Dewan Gates Foundation

    Jejak Karier Sri Mulyani, Dari Kepala LPEM FEUI ke Dewan Gates Foundation

    Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung dengan Gates Foundation sebagai anggota dewan pengurus mulai 2026, menandai kerja sama strategisnya dengan Bill Gates di organisasi filantropi global.

    Berdiri sejajar dengan tokoh-tokoh global seperti Bill Gates, Mark Suzman, Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Minouche Shafik, dan Tom Tierney, Sri Mulyani menunjukkan kapasitas dan reputasinya sebagai figur berpengaruh di tingkat internasional. Kehadirannya di jajaran tersebut mencerminkan pengakuan atas kompetensi, pengalaman panjang, serta kontribusinya dalam perumusan kebijakan publik dan tata kelola pembangunan global.

    Perjalanan Sri Mulyani Indrawati hingga dipercaya bergabung sebagai anggota dewan Gates Foundation tidak terlepas dari rekam jejak panjangnya di bidang ekonomi, kebijakan publik, dan tata kelola pembangunan global. Lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962, Sri Mulyani tumbuh menjadi salah satu ekonom paling berpengaruh yang dimiliki Indonesia, bahkan diakui di tingkat internasional.

    Perjalanan Karier Sri Mulyani

    Karier akademik dan profesionalnya berawal dari dunia riset dan pendidikan. Ia dikenal luas sebagai pengamat ekonomi sebelum terjun ke pemerintahan. Sejak Juni 1998, Sri Mulyani menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI). Posisi ini menempatkannya di pusat kajian ekonomi nasional, sekaligus memperkuat perannya sebagai rujukan dalam perumusan kebijakan ekonomi Indonesia pascareformasi.

    Kiprahnya kemudian meluas ke berbagai tim dan lembaga strategis pemerintah. Ia terlibat dalam reformasi hukum dan kebijakan keuangan, antara lain sebagai narasumber Sub Tim Perubahan Undang-Undang Perbankan, anggota tim asistensi Menteri Keuangan bidang keuangan dan moneter, hingga staf ahli di lingkungan Bappenas. Pengalaman ini membentuk pemahamannya yang komprehensif mengenai hubungan antara kebijakan fiskal, moneter, dan pembangunan nasional.

    Langkah besar Sri Mulyani di pemerintahan terjadi ketika ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Tak lama berselang, pada Desember 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia. Di posisi ini, Sri Mulyani dikenal sebagai sosok reformis yang mendorong transparansi, disiplin fiskal, dan penguatan institusi keuangan negara.

    Kinerjanya menuai pengakuan global. Pada 2006, ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia oleh Emerging Markets. Reputasinya kian menguat ketika ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2008. Puncaknya, Sri Mulyani mencetak sejarah sebagai wanita dan orang Indonesia pertama yang menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia, posisi yang diembannya mulai 1 Juni 2010. Untuk menjalankan peran global tersebut, ia meninggalkan jabatan Menteri Keuangan.

    Selain jabatan publik, Sri Mulyani juga aktif di dunia akademik dan organisasi profesi. Ia pernah menjadi asisten profesor di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, serta mengajar di berbagai jenjang pendidikan di Universitas Indonesia. Ia juga aktif dalam Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan terlibat dalam pembinaan riset serta pengembangan kebijakan publik.

    Riwayat Pekerjaan Sri Mulyani

    Berikut daftar riwayat pekerjaan Sri Mulyani:

    Menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI).
    Berperan sebagai narasumber dalam Sub Tim Perubahan Undang-Undang Perbankan pada Tim Reformasi Hukum Departemen Kehakiman RI.
    Menjadi bagian dari Tim Penyelenggara Konsultan Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) periode 1999–2000, khususnya pada Kelompok Kerja Hukum Bisnis Kementerian Kehakiman RI.
    Bertugas sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan di bidang keuangan dan moneter pada Departemen Keuangan RI.
    Dipercaya sebagai dewan juri Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI–TVRI ke-XXXI untuk bidang ilmu pengetahuan sosial, kebudayaan, dan kemanusiaan.
    Mengemban peran sebagai redaktur ahli pada Majalah Manajemen Usahawan Indonesia.
    Menjadi anggota komisi pembimbing program doktor (S3) atas nama Andrianto Widjaya (NRP 95507) pada Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB).
    Menjabat sebagai Ketua I yang membidangi kebijakan ekonomi dalam dan luar negeri serta kebijakan pembangunan di PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).
    Mengemban amanah sebagai Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik Universitas Indonesia.
    Menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FEUI.
    Menjalankan tugas sebagai Wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan LPEM FEUI.
    Berkiprah sebagai Research Associate di LPEM FEUI.
    Aktif sebagai pengajar untuk Program Sarjana (S1), Program Extension FEUI, Magister (S2), Doktor (S3), serta Program Magister Manajemen Universitas Indonesia.
    Menjadi anggota Kelompok Kerja Mobilitas Penduduk di bawah Menteri Negara Kependudukan – BKKBN.
    Terlibat sebagai anggota Kelompok Kerja Mobilitas Penduduk pada Asisten IV Menteri Negara Kependudukan, BKKBN.
    Bertugas sebagai staf ahli di bidang analisis kebijakan pada OTO–BAPPENAS.
    Pernah menjabat sebagai Assistant Professor di University of Illinois at Urbana–Champaign, Amerika Serikat.
    Mengawali karier akademik sebagai asisten pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

    Kombinasi pengalaman nasional dan global inilah yang mengantarkan Sri Mulyani pada posisi strategis saat ini. Bergabungnya ia sebagai anggota dewan Gates Foundation menjadi kelanjutan logis dari perjalanan panjangnya sebagai pembuat kebijakan dan pemimpin global, sekaligus menegaskan pengakuan dunia internasional atas kapasitas dan integritasnya.

  • SBY: Saya Hanya Mentor Senior, Matahari di Demokrat Cuma AHY

    SBY: Saya Hanya Mentor Senior, Matahari di Demokrat Cuma AHY

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut dirinya hanya mentor senior. Sementara matahari atau pucuk pimpinan di Partai Demokrat hanya satu, yakni Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    “Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior, mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” kata SBY dalam pidatonya pada Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (12/1) malam.

    SBY menjelaskan AHY tidak bisa menghadiri agenda partai karena sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Kalimantan Timur sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

    Menurut Presiden keenam RI itu, tugas negara selalu menjadi prioritas dibanding tugas partai.

    “Tentu bagi Demokrat country first, the people first, baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai. Oleh karena itu, saya mendapat tugas dari panitia untuk menyampaikan sambutan ini mewakili Mas AHY. Tiada rotan, akar pun berguna,” tegas SBY.

    Pada kesempatan yang sama SBY berpesan kepada seluruh kader untuk kembali ke jati diri Partai Demokrat, yakni memegang teguh Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia mengimbau kader untuk bekerja sekuat tenaga untuk melanjutkan pengabdian kepada negara.

    “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu dalam arti berupaya, kemudian insyaallah kita akan bahagia di akhirnya nanti. Percayalah, kalau ada kemauan, ada jalan,” kata SBY.

  • SBY Ingatkan Persaudaraan Modal Utama Menjadi Bangsa Kuat, Banyak Negara Hancur karena Konflik

    SBY Ingatkan Persaudaraan Modal Utama Menjadi Bangsa Kuat, Banyak Negara Hancur karena Konflik

    GELORA.CO – Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti negara-negara yang hancur karena konflik saudara.

    Disebutnya, demikian itu dikarenakan gagalnya merajut persaudaraan.

    SBY menekankan rasa persaudaraan, kerukunan dan kebersamaan adalah modal utama untuk menjadi bangsa kuat.

    “Dunia banyak memberikan pelajaran. Banyak negara, banyak bangsa yang hidup dalam kegelapan dan tidak memiliki harapan atas masa depannya. Mengapa itu terjadi? Karena bangsa itu gagal untuk merajut persaudaraan, kebersamaan dan kerukunan,” katanya dalam Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 Demokrat, Senin malam, 12 Januari 2026.

    Ia mengatakan bahwa banyak bangsa bangsa yang mudah terpecah belah, dan terus dalam suasana pertikaian akibat tidak bisa menjaga persaudaraan.

    “Bukan bukan contoh seperti itu yang ingin kita bangun dan tuju di negeri ini. Bukan itu pilihan yang mesti dipilih oleh bangsa kita,” tegasnya.

    Oleh karena itu, Lanjut SBY, ia berharap pada pemerintah. Khususnya pemimpin untuk bertanggung jawab secara moral untuk memastikan Indonesia untuk tetap rukun dan bersatu dalam persaudaraan yang tinggi. 

    “Menjaga persatuan dan kerukunan, unity in diversity, harmony in diversity, bukan not to be taken for granted,” tegasnya.

    “Harus dijaga, dirawat sampai kapan pun dan itu misi, kewajiban dan tanggung jawab para pemimpin di negeri ini, termasuk para pemimpin agama, para tokoh masyarakat di samping mereka-mereka yang sedang mengemban amanah untuk memimpin negara dan pemerintahan,” tutupnya.

  • SBY: Demokrat Bersama Prabowo Harus Jadi Solusi, Banyak Masalah Dihadapi, Jangan Ditambah Lagi

    SBY: Demokrat Bersama Prabowo Harus Jadi Solusi, Banyak Masalah Dihadapi, Jangan Ditambah Lagi

    SBY: Demokrat Bersama Prabowo Harus Jadi Solusi, Banyak Masalah Dihadapi, Jangan Ditambah Lagi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa Demokrat akan selalu menjadi bagian dari solusi bersama Presiden Prabowo Subianto. SBY pun meminta agar tidak ada lagi pihak-pihak yang menambah masalah bagi Indonesia.
    Hal tersebut
    SBY
    sampaikan saat memberi sambutan dalam Puncak Perayaan Natal Nasional 2025
    Demokrat
    di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026) malam.
    “Demokrat bersama Presiden Prabowo harus menjadi bagian dari solusi, bagian dari progres. Sudah banyak masalah yang dihadapi bangsa ini, jangan ditambah lagi oleh kita semua. Kita tahu cita-cita kita besar, insya Allah di abad 21 ini Indonesia bisa menjadi negara maju. Tahun 2045 Indonesia bisa menjadi
    stronger nation
    ,” ujar SBY.
    Hanya saja, SBY menyadari bahwa tantangan menuju Indonesia Emas 2045 tidaklah mudah. Dia meyakini akan ada tantangan berat yang menanti bangsa Indonesia.
    Meski begitu, SBY menegaskan bahwa seberat apapun tantangan, pasti selalu ada solusinya.
    “Demokrat harus yakin bahwa kita dengan kebersamaan, dengan visi bersama, dengan kepemimpinan yang efektif bisa membangun hari esok yang lebih baik. Kita harus bekerja sekuat tenaga. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian,” jelasnya.
    “Bersakit-sakit dahulu dalam arti berupaya, kemudian insya Allah kita akan bahagia di akhirnya nanti. Percayalah kalau ada kemauan ada jalan,
    if there is a will, there is a way
    ,” imbuh SBY.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Elite Demokrat Singgung Ijazah Palsu, PSI Ungkit Jasa Jokowi Angkat AHY Menteri

    Elite Demokrat Singgung Ijazah Palsu, PSI Ungkit Jasa Jokowi Angkat AHY Menteri

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dalam negara hukum, setiap orang atau setiap partai memiliki hak menempuh jalur hukum jika merasa dirugikan. Termasuk dalam polemik tuduhan ijazah palsu Joko Widoeo (Jokowi).

    Ketua Bidang Politik DPP Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mengingatkan fakta penting bahwa PSI menempatkan Jokowi di posisi tinggi nan terhormat, sama seperti kader-kader Demokrat menempatkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Bestari Barus menegaskan, sikap dan rasa hormat pada pemimpin adalah bagian dari etika politik. Dan sebagai sesama anggota koalisi yang sama, sudah seharusnya saling menjaga, bukan saling mengganggu.

    “Boleh banget berbeda pandangan di politik, tapi jangan lupakan adab,” tegasnya dikutip pada Selasa (13/1/2026).

    Bestari Barus mengaku keberatan dengan sikap sejumlah elite Partai Demokrat yang menyinggung isu dugaan ijazah palsu Jokowi. Apalagi penyampaiannya dilontarkan di forum resmi DPR.

    Ia menegaskan langkah tersebut tidak pantas disampaikan ke ruang publik, terlebih karena Demokrat dan PSI berada dalam barisan koalisi yang sama.

    Bestari mengungkapkan kekecewaannya atas pernyataan yang disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Benny Harman, dalam forum resmi parlemen.

    Baginya, sindiran yang disampaikan justru memancing tafsir negatif dan bergulir luas di ruang publik.

    “Bahkan sampai dengan anggota DPR RI membicarakan hal-hal yang menurut kami sebagai sesama koalisi itu kurang pantas untuk disampaikan ke depan publik,” ujar Bestari

    Ia menekankan bahwa pernyataan Benny Harman dalam rapat resmi DPR kemudian dipelintir dan ditayangkan berulang kali oleh media, sehingga menimbulkan kesan tudingan terhadap Jokowi.

  • Bhayangkara dan Popsivo Kuasai Klasemen Sementara

    Bhayangkara dan Popsivo Kuasai Klasemen Sementara

    JAKARTA – Tim voli putra Jakarta Bhayangkara Presisi dan tim voli putri Jakarta Popsivo Polwan untuk sementara duduk di puncak klasemen kompetisi Proliga 2026 setelah berhasil memenagi dua pertandingan pertama mereka.

    Bhayangkara mencatat tren positif di liga level tertinggi Indonesia berkat mengamankan kemenangan Surabaya Samator 3-1 (25-20, 23-25, 25-21, dan 25-20) di GOR Terpadu A Yani, Pontianak, Kalimatan Barat, pada Minggu, 11 Januari 2026.

    Sebelumnya, mereka juga berhasil meraih kemenangan meyakinkan saat menghadapi Medan Falcons Tirta Bhagasasi di laga pertama. Menyapu bersih dua kemenangan membuat Bhayangkara berhasil mengumpulkan enam poin.

    Dalam pertandingan putaran pertama di Pontianak, tim Bhayangkara Presisi tampil solid memanfaatkan pengalaman para pemain senior mereka, seperti Nizar Zulfikar, Rendy Tamamilang, dan Agil Angga Anggara.

    Posisi kedua klasemen kategori putra menjadi milik Jakarta LavAni Livin Transmedia yang mengoleksi tiga poin. Klub milik mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut berhasil menang melawan tim Jakarta Garuda Jaya.

    Adapun berturut-turut setelah itu dihuni oleh Surabaya Samator, Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Jakarta Garuda Jaya. Ketiga tim tersebut baru memainkan satu pertandingan di putaran pertama.

    Di kategori putri, tim Jakarta Popsivo Polwan juga dalam tren positif di putaran pertama. Mereka sukses menaklukkan Bandung BJB Tandamata dengan skor 3-1 (25-12, 24-26, 25-19, dan 25-18) di pertandingan kedua untuk menguasai puncak klasemen.

    Popsivo memulai putaran pertama dengan melawan Medan Falcons dan berhasil menang dengan skor 3-0 (25-20, 25-19, dan 25-14). Dua kemenangan membuat Popsivo mengoleksi enam poin, unggul atas Jakarta Electric PLN Mobile di tempat kedua dengan empat poin.

    Sementara itu, berturut-turut mengekor di belakang mereka ialah Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Bandung BJB Tandamata, Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Livin Mandiri, dan Medan Falcons.

    Proliga 2026 selanjutnya akan menggelar pertandingan di GOR Voli Indoor Sport Center Medan, Sumatra Utara. Pertandingan di sana dijadwalkan berlangsung pada 15-18 Januari 2026.

  • SBY Tegaskan Matahari Partai Demokrat Cuma AHY

    SBY Tegaskan Matahari Partai Demokrat Cuma AHY

    Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri acara Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 Partai Demokrat pada Senin (12/1). SBY lalu menjelaskan alasan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak dapat menghadiri acara tersebut.

    SBY mengatakan AHY sedang menjalani tugasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Presiden Prabowo Subianto di Kalimantan Timur. SBY juga menegaskan bahwa matahari di partainya hanya satu yaitu AHY.

  • SBY Tegaskan Matahari Demokrat Hanya AHY: Saya Mentor Senior

    SBY Tegaskan Matahari Demokrat Hanya AHY: Saya Mentor Senior

    Jakarta

    Partai Demokrat menggelar puncak perayaan Natal nasional hari ini. Dalam acara tersebut, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan matahari di partainya hanya satu, yaitu Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    Hal itu dikatakan SBY saat menyampaikan pidatonya di acara tersebut pada Senin (12/1/2026) malam. Awalnya SBY menjelaskan AHY yang tidak bisa hadir langsung karena ada urusan bersama Presiden Prabowo Subianto.

    “Sebagaimana kita ketahui, Mas AHY sedang mengemban tugas mendampingi Bapak Presiden Prabowo di Kalimantan Timur. Tentu bagi Demokrat, country first, people first, baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai,” kata SBY.

    SBY mengatakan dia tidak dirancang menyampaikan pidato tersebut karena peran AHY. Barulah dirinya menegaskan bahwa yang paling atas di Partai Demokrat adalah AHY.

    “Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior. Mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” kata SBY.

    Dalam kesempatan yang sama, AHY juga menyampaikan sambutannya secara virtual. Dia mengajak masyarakat Indonesia bersatu dan berdoa bersama.

    “Mari bersatu dalam misi kemanusiaan agar mereka segera bangkit dan pulih dari kehancuran dan keterpurukan,” tuturnya.

    (ial/maa)

  • SBY: Demokrat Bersama Prabowo Harus Jadi Solusi, Banyak Masalah Dihadapi, Jangan Ditambah Lagi

    AHY Absen Perayaan Natal Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara Dulu, Baru Partai

    AHY Absen Perayaan Natal Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara Dulu, Baru Partai
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan alasan kenapa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) absen dalam Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 Demokrat.
    SBY menjelaskan, AHY sebagai Menko Infrastruktur sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Kalimantan Timur.
    Walhasil, SBY pun mewakili anaknya untuk memberikan sambutan kepada umat Kristiani yang hadir.
    “Mas AHY sedang mengemban tugas mendampingi Bapak Presiden Prabowo di Kalimantan Timur. Tentu bagi Demokrat,
    country first, people first,
    baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai,” ujar SBY di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026) malam.
    “Oleh karena itu, saya mendapat tugas dari panitia untuk menyampaikan sambutan ini mewakili Mas AHY. Tiada rotan, akar pun berguna,” sambungnya.
    Dalam acara ini, AHY tampak hanya memberikan sambutan melalui rekaman video.
    AHY mengucapkan selamat Natal, sekaligus berharap momen spesial bagi umat Kristiani ini senantiasa menghadirkan kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi semua orang.
    “Sungguh saya ingin berada bersama para sahabat sekalian pada acara peringatan Natal Nasional Partai Demokrat ini. Namun pada saat yang sama, saya dalam kapasitas sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mendapatkan tugas untuk mendampingi Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Kalimantan Timur. Meski secara fisik saya tidak bisa hadir, namun hati dan doa saya tentunya bersama Bapak/Ibu sekalian,” papar AHY.
    Demokrat Mengutamakan Kemanusiaan
    AHY menjelaskan, sebagai partai yang memiliki jati diri nasionalis religius, Demokrat senantiasa meletakkan nilai-nilai kemanusiaan di atas kepentingan politik dan perbedaan identitas di antara sesama anak bangsa.
    Dia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk bersatu dalam doa, kepedulian, dan aksi nyata dalam membantu korban terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
    “Mari bersatu dalam misi kemanusiaan agar mereka segera bangkit dan pulih dari kehancuran dan keterpurukan. Selebihnya, mari bersatu dalam mengawal dan menyukseskan pembangunan bangsa ke depan, termasuk pembangunan sektor infrastruktur yang menjadi tulang punggung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
    “Indonesia yang semakin maju dan makmur, Indonesia yang tumbuh secara berkeadilan, dan berkelanjutan untuk keselamatan bumi kita, untuk masa depan anak cucu kita. Demikian sambutan saya. Terima kasih.
    Once again, Merry Christmas and Happy New Year
    . Semoga Tuhan memberkati kita semua,” imbuh AHY.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.