Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo Melemah, Ditempel Ganjar dan Anies

3 April 2022, 16:29

Merdeka.com – Indikator Politik Indonesia mencatat, ada tiga tokoh kandidat calon presiden dengan elektabilitas tertinggi dari hasil survei terbarunya. Tiga orang tersebut yakni, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pada survei Desember 2021, Prabowo tercatat elektabilitas sebagai calon presiden meningkat dengan angka 35,4%. Tetapi pada Februari 2022 elektabilitas merosot menjadi 32,7%.

taboola mid article

“Dalam tiga bulan terakhir dukungan terhadap Prabowo cenderung melemah,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam siaran virtual, Minggu (3/4).

Burhanuddin menjelaskan, Prabowo cenderung mengalami perubahan yang lebih besar dibanding dua pesaingnya. Yaitu Ganjar 30,8% dan Anies 24,9%.

Lebih lanjut, Burhanuddin menuturkan, walaupun dalam simulasi top of mind, masih ada responden yang memilih Joko Widodo dan berada pada posisi tertinggi 15,9%. Setelah nama Jokowi dihilangkan, suara beralih ke Prabowo.

“Simulasi terbuka, Joko Widodo lebih banyak disebut warga 15,9%, tapi mengalami penurunan dibanding temuan sebelumnya. Kemudian Prabowo Subianto 12,3%, meski sangat landai tapi juga cenderung melemah dalam beberapa bulan terakhir,” bebernya.

2 dari 2 halaman

Kemudian jika diurutkan dalam simulasi 7 nama. Ganjar berada pada posisi teratas dengan elektabilitas 27,6%, disusul Prabowo Subianto 27.,4%, Anies Baswedan 22,0%.

Lalu terlihat juga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 6,7%. Kemudian ada pula Menteri BUMN Erick Thohir 2,4%.

Untuk diketahui Indikator Politik Indonesia melakukan survei secara tatap muka pada 11 Februari – 21 Februari 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 1.200 orang.

Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

[rnd]


https://www.merdeka.com/politik/survei-indikator-elektabilitas-prabowo-melemah-ditempel-ganjar-dan-anies.html

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi