Surplus Neraca Perdagangan Jadi Indikasi Pemulihan Ekonomi RI

16 September 2021, 12:23

Surplus Neraca Perdagangan Jadi Indikasi Pemulihan Ekonomi RI

Jakarta: Surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD4,74 miliar pada Agustus 2021 menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut. Tak hanya itu, pemulihan ekonomi Indonesia ini juga dinilai sejalan dengan pemulihan permintaan global.

“Hal ini ditunjukkan dengan terus meningkatnya volume ekspor dan harga komoditas andalan Indonesia seperti batu bara sebesar 11,04 persen (mtm) dan CPO sebesar 6,85 persen (mtm),” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya, Kamis, 16 September 2021.

Airlangga menyebut, peningkatan ekspor Indonesia juga mengkonfirmasi perbaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia Agustus 2021 yang meningkat menjadi 43,7 dari sebelumnya berada di level 40,1 pada Juli 2021. Level PMI Indonesia juga lebih baik ketimbang beberapa negara ASEAN seperti Myanmar (36,5), Vietnam (40,2), dan Malaysia (43,4).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Peningkatan ekspor terbesar Indonesia pada Agustus 2021 terjadi pada komoditi lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar USD1,54 miliar, bahan bakar mineral (HS 27) sebesar USD573,2 juta, dan bijih logam (HS 26) sebesar USD213,1 juta. Sementara itu, negara tujuan ekspor nonmigas yang mengalami peningkatan di antaranya Tiongkok, India, dan Jepang.

Sejalan dengan peningkatan ekspor, sisi impor Indonesia pada Agustus 2021 mencapai USD16,68 miliar, meningkat sebesar 10,35 persen (mtm) atau 55,26 persen (yoy). Mobilitas masyarakat yang mulai meningkat seiring dengan pelonggaran PPKM menjadi indikasi penyebab peningkatan.

“Kenaikan impor pada Agustus 2021 ditopang oleh peningkatan impor barang modal sebesar 34,56 persen (yoy) dan bahan baku/penolong sebesar 59,59 persen (yoy) yang menunjukkan peningkatan kapasitas produksi industri di Indonesia serta geliat ekonomi Indonesia yang terus pulih,” ungkapnya.

Ia menambahkan, struktur impor Indonesia pada Agustus 2021 didominasi oleh impor bahan baku/penolong yang mencapai 74,20 persen dari total impor, kemudian di susul oleh barang modal mencapai 14,47 persen, dan barang konsumsi sebesar 11,33 persen.

“Struktur tersebut mengindikasikan perekonomian Indonesia yang produktif melalui penciptaan nilai tambah yang lebih besar, baik untuk kebutuhan domestik maupun untuk diekspor kembali,” pungkas dia.


Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi