Surat keputusan Wali Kota Depok, ini aturan PSBB per 31 Mei 2021

8 June 2021, 5:38

 Surat keputusan Wali Kota Depok, ini aturan PSBB per 31 Mei 2021

Sumber foto: Hendrik Raseukiy/elshinta.com.

Elshinta.com – Wali Kota Depok Mohammad Idris terbitkan surat keputusan nomor 443/222/Kpts/Dinkes/Huk/2021 bertanggal 31 Mei 2021
Tentang perpanjang keenam tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional praadaptasi kebiasaan baru. 

Disebutkankan dalam pelepasan pers dari Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, praadaptasi kebiasaan. Baru ini untuk pencegahan, penanganan, dan pengendalian Coronavirus Disease 2019 untuk pembatasan kegiatan masyarakat. 

Ada sejumlah ketentuan sektor aktivitas masyarakat yang diatur yaitu, kegiatan konstruksi  beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. 

“Kemudian, pusat niaga juga dibuka sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. Juga aktivitas luar rumah warga sampai pukul 21.00 WIB. Pasar rakyat atau tradisional mulai pukul 03.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB dengan jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas,” sebut edaran ini seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Hendrik Raseukiy. 
 

Selanjutnya, soal kegiatan di tempat ibadah kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. Lalu resepsi pernikahan atau khitanan dibuka dengan kapasitas paling banyak 20 persen yang bersifat mobile setelah mendapatkan rekomendasi Camat atau Lurah. 

Kegiatan di fasilitas umum dan ruang pertemuan dibuka dengan protokol kesehatan dengan kapasitas 20 persen. Hal ini paling banyak dalam ruangan atau tempat acara sebanyak 50 orang dengan jarak minimal 1,5 meter. Pertemuan ini harus dilakukan PCR/Rapid Test Antigen/Genose serta mendapatkan rekomendasi Camat atau Lurah.  

Mengenai operasional transportasi umum maka, kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional untuk transportasi umum hingga pukul 23.00 WIB

Bagaimana dengan tempat kerja? Tempat kerja menerapkan Work From Home (WFH) sebesar  50 persen dan Work From Office (WFO) sebesar 50 persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Fasilitas yang juga beroperasi 100 persen adalah sektor usaha kesehatan, pangan, makanan, minuman, energi, dengan pengaturan jam operasional. 

Kemudian, sektor komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, pembayaran, modal, logistik,  hotel, industri, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, serta kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat dengan pengaturan kapasitas, dan penerapan protokol secara lebih ketat. 

Aktivitas restoran sampai pukul 21.00, dengan pengaturan makan/minum di tempat  paling banyak okupansi meja sebesar 50 persen dengan protokol kesehatan yang lebih ketat. Dan, untuk layanan makanan atau minuman melalui pesan-antar atau dibawa pulang tetap diizinkan sampai dengan pukul 21.00. 

Keputusan Wali Kota Depok ini kembali lebih mengintensifkan penegakan 5M yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak; menghindari kontak langsung dan 5. mengurangi mobilitas. 

Selain itu ditegaskan terus melakukan penguatan terhadap 3T yaitu testing, pelacakan, dan pengobatan. 


https://elshinta.com/news/236776/2021/06/07/-surat-keputusan-wali-kota-depok-ini-aturan-psbb-per-31-mei-2021

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi