Sudah Jalani Sidang Kode Etik, Propam Polri Pastikan AKBP Raden Brotoseno Tak Dipecat

30 May 2022, 20:46

https: img.okezone.com content 2022 05 30 337 2602823 sudah-jalani-sidang-kode-etik-propam-polri-pastikan-akbp-raden-brotoseno-tak-dipecat-y1K2P81cEx.jpg

JAKARTA – Propam Polri memastikan bahwa AKBP Raden Brotoseno telah menjalani sidang komisi kode etik (KKEP) terkait kasus korupsi cetak sawah di Kalimantan Barat.

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menegaskan, dari sidang KKEP tersebut, Raden Brotoseno tidak dipecat sebagai personel kepolisian.

“Adanya pernyataan atasan AKBP R. Brotoseno dapat dipertahankan menjadi anggota Polri dengan berbagai pertimbangan prestasi dan perilaku selama berdinas di kepolisian,” kata Sambo kepada awak media, Jakarta, Senin (30/5/2022).

Sambo menjelaskan, dalam KEPP itu hasil penegakan bentuk pelanggaran KKEP AKBP R. Brotoseno adalah tidak menjalankan tugas secara profesional, proporsional dan prosedural dengan wujud perbuatan saat menjabat Kanit V Subdit III Dittipidkor Bareskrim Polri yakni menerima suap dari tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: Kadiv Propam Kirim 136 Anggota Terlibat Penyalahgunaan Narkoba ke Brimob

“Penegakkan pelanggaran KEPP telah dilaksanakan melalui Sidang KKEP dengan putusan Nomor: PUT/72/X/2020, tanggal 13 Oktober 2020, terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 7 ayat (1) huruf b, pasal 7 ayat (1) huruf c, pasal 13 ayat (1) huruf a, pasal 13 ayat (1) huruf e Peraturan Kapolri Nomor 14 tentang KEPP dan dijatuhi sanksi berupa perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela, kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan dihadapan sidang KKEP dan/atau secara tertulis kepada pimpinan Polri serta direkomendasikan dipindahtugaskan kejabatan berbeda yang bersifat demosi,” papar Sambo.

Baca juga: Irjen Sambo: Fungsi Logistik Polri Harus Nol Pelanggaran

Menurut Sambo, dalam sidang KKEP tersebut, dipertimbangkan so rangkaian kejadian penyuapan terhadap AKBP R. Brotoseno dari terpidana lain Haris Artur Haidir (penyuap) dalam sidang Kasasi dinyatakan bebas (2018); Nomor Putusan :1643-K/pidsus/2018. Tanggal 14 – 11- 2018.

“Terduga pelanggar telah menjalani masa hukuman 3 tahun 3 bulan dari putusan PN Tipikor 5 tahun karena berkelakuan baik selama menjalani hukuman di Lapas,” ucap Sambo.

Di sisi lain, kata Sambo, AKBP R. Brotoseno menerima keputusan sidang KKEP dimaksud dan tidak mengajukan banding.

Untuk dikerahui, ICW menyurati Polri agar menjelaskan soal adanya dugaan mantan narapidana kasus tindak pidana korupsi AKBP Raden Brotoseno yang kembali menjadi polisi aktif.

“Pada awal Januari lalu, Indonesia Corruption Watch (ICW) melayangkan surat kepada Asisten SDM Polri, Irjen Pol Wahyu Widada, perihal permintaan klarifikasi status anggota Polri atas nama Raden Brotoseno,” kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis, Senin (30/5/2022).

ICW menduga Brotoseno kembali bekerja di Polri dengan menduduki posisi sebagai Penyidik Madya Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareksrim Polri.

Baca juga: Propam Polri: Kasat Lantas Jangan Berpikir Jadi Manajer, Turun ke Lapangan!


https://nasional.okezone.com/read/2022/05/30/337/2602823/sudah-jalani-sidang-kode-etik-propam-polri-pastikan-akbp-raden-brotoseno-tak-dipecat?page=1

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi