Subsidi dan Kompensasi Energi di 2023 Turun 33 Persen

17 August 2022, 1:18

Subsidi dan Kompensasi Energi di 2023 Turun 33 Persen

MerahPutih.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, alokasi anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 sebesar Rp 336,7 triliun atau turun 33 persen dari outlook 2022 sebesar Rp 502,4 triliun.

“Subsidi dan kompensasi Rp 336,7 triliun. Artinya harga minyak relatif lebih rendah 90 dolar AS per barel. Kurs diperkirakan dalam situasi relatif lebih baik dibanding situasi sekarang volatile,” katanya dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2023 di Jakarta, Selasa.

Baca Juga:

APBN 2022 Surplus, Jokowi Berani Beri Subsidi Energi Rp 502 Triliun

Secara rinci, subsidi energi tahun depan dialokasikan sebesar Rp 210,7 triliun yang sedikit meningkat dibandingkan outlook tahun ini Rp 208,9 triliun sedangkan kompensasi Rp 126 triliun atau turun 57 persen dari outlook 2022 Rp 293,5 triliun.

Sri Mulyani menuturkan alokasi turun karena pemerintah memperkirakan harga komoditas terutama minyak dunia akan mulai stabil pada tahun depan sedangkan kurs diperkirakan dalam situasi relatif lebih baik dibandingkan saat ini yang volatile.

Ia memperkirakan CPO akan turun dari 1.352 dolar AS per metrik ton ke 920 dolar AS per metrik ton pada tahun depan sedangkan batu bara turun dari 251 dolar AS per ton ke 200 dolar AS per ton.

Untuk minyak mentah turun dari sekitar 100 dolar AS sampai 105 dolar AS per barel ke level 90 dolar AS per barel.

“Ini situasi extraordinary sebab gejolak volatilitas harga pengaruhi postur APBN kita tapi kita tidak boleh membiarkan gejolak ini mempengaruhi program-program pemerintah,” tegasnya.

Meski turun 33 persen, Sri Mulyani menegaskan subsidi energi masih akan sangat tebal sehingga ia berharap volume juta kiloliter untuk solar, pertalite dan jumlah LPG tetap dikendalikan agar tidak terjadi pembengkakan subsidi dan kompensasi.

“Penggunaan volume BBM bersubsidi harus dikendalikan sebab kalau tidak maka berpotensi melewati anggaran subsidi dan kompensasi tahun ini Rp 502,4 triliun,” katanya.

Baca Juga:

PAN Usul Rakyat Miskin Diberi Rp 500 Ribu Per Bulan Kurangi Subsidi Energi

Sementara untuk subsidi nonenergi tahun depan dialokasikan sebesar Rp86,5 triliun atau naik 14,3 persen.

Ia menjelaskan kebijakan subsidi tahun depan meliputi subsidi tetap solar Rp 1.000 per liter atau naik dari tahun ini yang sebesar Rp 500 per liter.

Untuk subsidi listrik meningkat dipengaruhi oleh peningkatan bauran energi dan harga pembelian listrik Independent Power Producer (IPP). Kemudian kompensasi dialokasikan karena tidak dilakukannya penyesuaian harga BBM dan tarif tenaga listrik seiring meningkatnya harga ICP.

Untuk pupuk bersubsidi difokuskan pada dua jenis yaitu urea dan NPK serta sembilan jenis komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, cabai merah, bawang merah, bawang putih, kopi, kakao serta tebu.

“Semua menggambarkan bahwa APBN masih menyiapkan diri kalau terjadi shock pada tahun depan,” ujarnya. (*)

Baca Juga:

Jokowi Janji Kaji Tambahan Besaran Subsidi


https://merahputih.com/post/read/subsidi-dan-kompensasi-energi-di-2023-turun-33-persen

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Statement

Fasum

Transportasi