Simulasi Olimpiade Tokyo, Jonatan Christie Akui Ada yang Harus Diperbaiki

17 June 2021, 22:15

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, saat tampil pada ajang Simulasi Piala Thomas 2020, di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2020).

KOMPAS.com – Jonatan Christie melakoni laga sengit kontra Chico Aura Dwi Wardoyo dalam pertandingan Simulasi Olimpiade Tokyo 2020.

Dalam duel pada Rabu (16/6/2021) sore, pemain dengan sapaan Jojo ini harus bertarung selama 84 menit sebelum menang dengan skor 21-17, 23-25, 21-10.

Usai pertandingan, Jonatan Christie menyampaikan apa yang dirasakan setelah mereka cukup lama vakum dari laga-laga resmi.

Baca juga: Hasil Simulasi Olimpiade Tokyo 2020, Jonatan Christie Susah Payah Kalahkan Chico

Maklum, para pemain utama Pelatnas batal tampil dalam sejumlah event besar karena pandemi Covid 19.

“Saya senang PBSI menggelar momen simulasi seperti ini. Karena kami kan tadinya mau berangkat Malaysia dan Singapura Terbuka tapi tidak jadi, sehingga ini penting buat kami masuk ke ranah pikiran untuk pertandingan,” ucap Jonatan usai pertandingan di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

“Ya walau lawannya teman sendiri, tetapi balik lagi kalau udah diset seperti pertandingan seperti ini jadi beda hawanya,” lanjutnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jonatan mengaku hasil latihan yang dia lakukan selama hampir dua bulan ini sudah membuatnya lebih baik.

“Dari satu sampai dua bulan saya latihan intens untuk ke Tokyo, semuanya terasa sudah baik. Saya merasa bisa mengatasi tekanan yang ada. Cuma memang ada strategi yang harus diperbaiki lagi,” kata Jonatan.

Dia pun merasakan laga dalam simulasi ini terasa seperti pertandingan sebenarnya. Sebab, laga tersebut ditonton banyak orang dan ada kamera televisi.

“Perasaannya berbeda, tekanannya berbeda,” kata Jonatan lagi.

Baca juga: Ranking BWF – Tunggal Putra Malaysia Incar 5 Besar, Ancaman bagi Jonatan Christie

Berbicara tentang pertandingan, Jonatan mengatakan ia memang coba mengubah-ubah pola permainan untuk menyesuaikan calon lawannya di Olimpiade nanti.

“Di gim pertama saya coba lebih bermain sabar, tidak banyak untuk menyerang. Tapi balik lagi ini kan simulasi, saya pikir saya tidak boleh terpaku dengan satu strategi saja,” ujar Jonatan.

“Makanya pada gim kedua saya coba ubah untuk menjadi lebih menyerang karena saya juga sudah berlatih pola ini. Namun kendalanya saya masih kurang bisa kontrol jadi banyak poin yang terbuang. Itu yang saya sudah sampaikan ke pelatih untuk diperbaiki secepatnya,” tuturnya.

“Olimpiade itu yang terpenting adalah adalah menjaga fokus dan percaya diri karena kita semua tahu di Olimpiade semua bisa terjadi. Mental itu yang utama, kalau pola dan strategi saya rasa peringkat satu sampai 16 sudah sama levelnya,” tambahnya.


https://www.kompas.com/badminton/read/2021/06/17/21400028/simulasi-olimpiade-tokyo-jonatan-christie-akui-ada-yang-harus

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi