Sempat Viral, Polda Metro Sebut Fahri Gagal Jadi Polisi Akibat Buta Warna Parsial

31 May 2022, 2:48

Liputan6.com, Jakarta – Kabar seorang calon siswa Bintara 2021 bernama Fahri Fadilah Nur Rizki (21) yang gagal menjadi polisi tengah disorot publik setelah viral di media sosial. Dia sudah masuk peringkat 35 dari 1.200 peserta, namun tetap gagal menjadi siswa Korps Bhayangkara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan membenarkan bahwa Fahri telah mendaftar sebagai calon siswa di Polda Metro Jaya dengan nomor pendaftaran 031125-P0431 asal pengiriman Polres Jakarta Timur (Jaktim).

“Yang bersangkutan sudah mendaftar sebagai calon siswa bintara di Polda Metro Jaya sebanyak tiga kali sejak tahun 2019,” kata Zulpan kepada wartawan, Senin (30/5/2022).

Zulpan menjelaskan, pada 2019 hingga 2020 Fahri tidak lolos seleksi pada tahap pemeriksaan kesehatan karena didiagnosa buta warna parsial. Namun pada 2021, dia sempat dinyatakan lulus tahap 1 tahun anggaran 2022.

Berdasarkan surat dari Mabes Polri, ada kegiatan supervisi terhadap peserta yang lulus tahap 1 sebelum mereka mengikuti pendidikan.

“Kemudian supervisi yang dipimpin ketua tim menyebutkan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat dengan temuan buta warna parsial,” katanya.

Atas temuan itu, Polda Metro Jaya melakukan tindak lanjut dengan pemeriksaan yang disaksikan Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kabid Propam Polda Metro Jaya, Sekretariat SDM Polda Metro Jaya dan orang tua wali Fahri di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada 25 Januari 2022.

“Hasilnya yang dipimpin dokter Susan selaku spesialis mata, hasilnya buta warna parsial ini yang membuat yang bersangkutan tidak bisa mengikuti pendidikan,” ucap Zulpan menjelaskan.

“Karena ini syarat mutlak untuk anggota Polri adalah harus tidak buta warna, ini syarat utama dari sisi kesehatan yang harus dipahamkan,” tambahnya.

Kondisi ini akan berdampak kepada masyarakat apabila Fahri tetap dipaksakan menjadi polisi.

“Jika ada anggota Polri yang memiliki kelainan kesehatan buta warna parsial dalam tugasnya di lapangan, contoh jika dia bertugas mengatur arus lalu lintas maka tidak bisa membedakan atau melihat perbedaan lampu, merah, kuning, hijau dan berdampak pada keselamatan masyarakat dan banyak hal lain yang bisa ditimbulkan,” tutur Zulpan.

Tahun ini Polda Jabar menerima sekitar Rp 10 ribu pendaftar untuk diseleksi menjadi anggota Polri.


https://www.liputan6.com/news/read/4974749/sempat-viral-polda-metro-sebut-fahri-gagal-jadi-polisi-akibat-buta-warna-parsial

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi