Sabu Jenderal Teddy Minahasa – Newsletter Tempo.co

25 October 2022, 20:15

TEMPO.CO, Jakarta –┬áTim gabungan Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian RI dan Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap Inspektur Jenderal Teddy Minahasa Putra pada Jumat, 14 Oktober lalu. Saat ditangkap, jabatan Teddy masih Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Empat hari sebelumnya, Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan telegram rahasia berisi promosi menjadi Kepala Polda Jawa Timur.Kabar ini meletup di tengah sorotan publik terhadap peran polisi dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Di hari penangkapan Teddy, Presiden Joko Widodo memanggil sekitar 600 petinggi polisi dari Markas Besar Kepolisian hingga Kepolisian Resor. Citra polisi tengah goyang usai kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat oleh Ferdy Sambo terungkap. Kasus Teddy adalah kasus narkotik pertama yang menjerat seorang petinggi kepolisian berpangkat bintang dua.Tim redaksi Tempo menelusuri perkara Teddy hingga ke Sumatera Barat. Kasus ini bermula dari pengungkapan jaringan sabu di Kepolisian Resor Bukittinggi pada Mei lalu. Polisi menyita 41,4 kilogram sebagai barang bukti. Kepada Kepala Polres Bukittinggi kala itu, Ajun Komisaris Besar Dody Prawiranegara, Teddy memerintahkan agar menyisihkan 10 kilogram sabu. Dody akhirnya hanya berani mencomot 5 kilogram sabu.Tim juga mendatangi sejumlah narasumber di Polda Metro Jaya dan Markas Besar Kepolisian. Sebelum menangkap Teddy, polisi menciduk beberapa bandar sabu di Jakarta, termasuk tiga perwira polisi. Dari sejumlah wawancara itu diperoleh informasi detail penggelapan 5 kilogram sabu yang dimotori oleh Teddy dan perjalanan sabu tersebut hingga ke tangan para bandar.Sejumlah sumber juga menceritakan detail hubungan Teddy dengan anggota jaringan sabu. Salah satu tersangka, Linda Pujiastuti alias Anita, mengenal Teddy sejak 2005. Kala itu Teddy masih berpangkat ajun komisaris besar dan bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Peran Linda sangat penting dalam kasus ini karena menjadi perantara sabu dengan bandar lain.Pembaca, selain detail perkara narkotik yang menjerat Teddy, kami juga menurunkan artikel tentang profil polisi berusia 51 tahun itu. Ada juga tulisan berisi carut-marut wajah kepolisian setelah tiga skandal besar dalam beberapa bulan ini. Sebelum kasus Teddy dan Kanjuruhan, citra polisi ambruk saat Sambo diduga membunuh ajudannya sendiri, Brigadir Yosua.Selamat membaca.Mustafa SilalahiRedaktur UtamaNyanyian Cepu Utusan Jenderal SabuBagaimana jaringan sabu Jenderal Teddy Minahasa? Mengapa baru sekarang terbongkar?Perwira Tajir Kolektor KerisProfil Inspektur Jenderal Teddy Minahasa. Siapa dia?Polisi Rentan Gelapkan NarkobaCerita pensiunan polisi yang kini jadi Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional Benny Mamoto.Coreng-Moreng Tiga Skandal Korps BhayangkaraBerturut-turut skandal polisi terungkap ke publik. Akankah jadi momentum reformasi Polri?OPINI:Bongkar Total Korps BhayangkaraTapi Presiden Jokowi hanya menyorot gaya hidup mewah para jenderal. Akar masalahnya tak disentuh: korupsi.NASIONALLamban Menangani Gagal Ginjal AnakPemerintah lamban mencegah obat sirop yang membuat gagal ginjal akut pada anak. Mengapa?Kisah Orang Tua yang Anaknya Gagal GinjalMengapa sirop obat bisa bikin gagal ginja?Wawancara Menteri KesehatanSimak penjelasannya soal gagal ginjal anak:OPINIGagal Negara Melindungi AnakKemenkes dan BPOM gagal mengantisipasi kasus gagal ginjal akut pada anak.

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Transportasi