Rupiah Melemah, Data Ekonomi AS Jadi Penekannya

1 April 2022, 11:12

Liputan6.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada Jumat pagi. Namun ada potensi tekanan rupiah dalam perdagangan sepanjang hari ini dengan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif.

Pada Jumat (1/4/2022), nilai tukar rupiah bergerak naik 8 poin atau 0,06 persen ke posisi 14.355 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.363 per dolar AS.

“Data ekonomi AS yang dirilis semalam meningkatkan ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Sentral AS atau The Fed akan menaikkan suku bunga acuan dengan agresif tahun ini,” kata analis pasar uang Ariston Tjendra dikutip dari Antara.

Data ekonomi yang dimaksud adalah Indeks Harga Belanja Personal (PCE) yang merupakan data yang mengukur tingkat inflasi harga konsumsi.

Indeks PCE masih menunjukkan kenaikan sekitar 0,4 persen, sehingga meningkatkan ekspektasi pelaku pasar akan kenaikan suku bunga acuan The Fed yang agresif.

Investor akan melihat laporan pekerjaan yang dirilis pada malam ini, yakni data pekerja non pertanian dan pegawai pemerintah atau non farm payroll (NFP) untuk konfirmasi lebih lanjut tentang kekuatan pasar tenaga kerja dan wawasan tentang kemungkinan jalur kebijakan moneter oleh bank sentral AS.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Awal pekan ini, nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kekhawatiran pelaku pasar terhadap devaluasi Yuan atau pelemahan mata uang China akan diikuti dengan bank sentral negara lainnya memberikan sentimen negatif ke nilai


https://www.liputan6.com/bisnis/read/4926923/rupiah-melemah-data-ekonomi-as-jadi-penekannya

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi