Rumah Warga Terpapar Covid-19 Dipasang Stiker Isolasi Mandiri

18 June 2021, 8:32

Rumah Warga Terpapar Covid-19 Dipasang Stiker Isolasi Mandiri

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Satgas Covid-19 Kecamatan Colomadu menandai rumah warga terpapar Covid-19 tanpa gejala yang sedang menjalani isolasi mandiri. Cara tersebut untuk memudahkan pengawasan.

Komandan Koramil (Danramil) Colomadu Kapten Inf Supardi menyampaikan pemberian tanda berupa stiker bertuliskan ‘isolasi mandiri’. Sementara ini, penempelan dilakukan di Desa Ngasem. Satgas terdiri dari aparat pemerintah desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan bidan desa. Sambil menempelkan stiker, mereka menghibur warga yang sedang menjalani isolasi.

“Penempelan stiker isolasi mandiri ini memudahkan pengawasan. Jadi, aparat dan satgas jogo tonggo tahu bahwa orang di rumah itu sedang isolasi mandiri. Kalau keluar-keluar pasti ditegur. Ini demi kebaikan bersama,” katanya kepada KRJOGJA.com, Kamis (17/6/2021).

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, jumlah terpapar Covid-19 hingga Rabu (16/6/2021) mencapai 16 kasus aktif di Desa Ngasem. Di Kecamatan Colomadu, kasus tertinggi masih di Desa Paulan dengan 84 kasus aktif dan tiga meninggal dunia.

“Kami mengimbau kepala desa se-Colomadu agar melakukan tindakan antisipatif. Penempelan stiker salah satu cara pengawasan isoman. Mereka harus negatif dulu agar bisa dilepas stiker. Sedangkan di Paulan, memang ada klaster ibadah yang menyebabkan puluhan orang tertular. Pengawasannya dengan patroli siang dan malam khususnya di rumah-rumah isoman,” katanya.

Sementara itu Satgas Covid-19 Kabupaten Karanganyar menutup sementara toko swalayan Mitra di Jl Lawu untuk melakukan sterilisasi. Seorang kasir terkonfirmasi sedang positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri. Sedangkan seorang juru parkir meninggal dunia juga komorbid pasien Covid-19.

Kepala Satpol PP Karanganyar Yophie Eko Jatiwibowo mengatakan penutupan toko akan berlangsung 24 jam sejak Kamis (17/6/2021) siang. Seharusnya tindakan ini dilakukan jauh-jauh hari usai kasir swalayan terkonfirmasi positif Covid-19. Namun tim Satgas baru saja mengetahuinya.

“Info kasir terkonfirmasi positif itu terlambat kami ketahui. Dia rapid tes mandiri pada 13 Juni setelah mengeluh sakit sehari sebelumnya. Sekarang sudah tanggal 17. Ada beberapa hari setelah itu, toko masih buka. Nah, saat ini ditutup dulu sambil membenahi protokol kesehatannya. Nanti jam 16.00 WIB akan dilakukan sterilisasi,” kata Yophie kepada wartawan usai menemui manajemen toko tersebut.

Usai klarifikasi manajemen toko, Satgas langsung menutup gerbang toko, disusul para pembeli yang buru-buru keluar. Yophie menegur manajemen yang kurang memperhatikan fasilitas cuci tangan pakai sabun. Lokasinya di area parkir dianggap kurang memadai dalam jumlah maupun penataan.(Lim)


Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi