Revisi Perda Covid-19, DPRD DKI Ingatkan Satpol PP Tak Main Pukul

22 July 2021, 13:39

Petugas Satpol PP merazia rumah makan di kawasan Condet, Jakarta, Rabu, 7 Juli 2021. Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri menggelar razia rumah makan saat masa PPKM Darurat. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan menyebut penyidik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI tak boleh memukul warga seperti yang dilakukan anggota Satpol PP Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dia berujar, apa saja kewenangan penyidik pegawai negeri sipil (PNS) dan Satpol PP akan dibahas dalam rapat Bapemperda hari ini.

Pantas melanjutkan, Satpol PP bertugas menegakkan Perda atau kebijakan lainnya, seperti Peraturan Gubernur. Menurut dia, wewenang Satpol PP sebagai penyidik akan disesuaikan dengan perannya dalam menegakkan hukum.

Nantinya, penguatan wewenang Satpol PP sebagai penyidik akan diawasi oleh Inspektorat DKI atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Pengawasan yang paling kuat adalah di OPD-nya,” ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana khawatir akan terjadi penyalahangunaan wewenang apabila Satpol PP dapat melakukan penyidikan terhadap pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Dia mewanti-wanti bakal muncul konflik sosial baru antara rakyat dengan aparatur pemerintah jika revisi Perda 2/2020 disahkan.

Baca juga: Siap-siap Langgar Protokol Kesehatan Disanksi Pidana, DPRD DKI: Seperti Tipiring


https://metro.tempo.co/read/1485991/revisi-perda-covid-19-dprd-dki-ingatkan-satpol-pp-tak-main-pukul

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi