Rakyat Makin Miskin, Rizal Ramli Sebut Penyebabnya: Uang Disedot Negara

3 November 2021, 1:01

Ekonom senior, doktor Rizal Ramli mengungkapkan penyebab rakyat Indonesia semakin miskin.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Rizal Ramli, ia menyebutkan jika kemisikinan rakyat Indonesia diakibatkan oleh sikap negara.

Rizal Ramli menyoroti sistem perekonomian negara saat ini yang disebut mengarah ke ekonomi oligarki.

Ekonomi oligarki yang diterapkan di Indonesia menyebabkan keuntungan akan dimiliki oleh penguasa tanpa berpihak kepada rakyat.

Sebelumnya, kemiskinan rakyat Indonesia saat ini disebut diakibatkan adanya pandemi Covid-19.

Rizal Ramli tidak memungkiri jika pandemi Covid-19 membuat masyarakat kehilangan pekerjaan.

Namun, menurut Rizal Ramli, Covid-19 tidak bisa menjadi kambing hitam atas kemiskinan yang terjadi pada saat ini.

“Kenapa rakyat semakin miskin? Tidak benar jika itu disebabkan oleh Covid-19. Rakyat semakin miskin karena uang yang beredar disedot oleh negara dengan cara menjual surat utang negara yang jor-joran,” ujar Rizal Ramli.

Pada masa lalu pertamabahan tiap tahun mencapai 15-18 persen yang mendukung pertumbuhan ekonomi sebanyak enam persen.

Namun, tahun lalu pertambahan kredit minus tiga persen, sementara itu bulan lalu naik sau persen.

“Itu artinya likuiditas yang ada disedot oleh negara dengan ugal-ugalan,” tutur Rizal Ramli.

Selain itu, ia juga dengan adanya pembelian surat utang yang jor-joran, meskipun Covid-19 sudah selesai, rakyat masih tetap miskin.

“Walaupun Covid-19 sudah selesai, rakyat enggak punya daya beli karena uang disedot negara. Ini lah yang menyebakan kita makin lama makin miskin dan oligarki makin meraup untung,” ujarnya.***

Foto: Ekonom senior, doktor Rizal Ramli/Net


https://www.oposisicerdas.com/2021/11/rakyat-makin-miskin-rizal-ramli-sebut.html

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi