Rahmat Effendi Palak ASN Kota Bekasi untuk Bangun Villa Glamping Jasmine

31 May 2022, 10:49

Liputan6.com, Jakarta – Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen disebut memalak uang para pejabat struktural dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat untuk kepentingan pribadi.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebutkan jika Rahmat Effendi menerima setoran dengan total Rp 7.183.000.000 dari para pejabat struktural dan ASN Kota Bekasi untuk pembangunan Villa Glamping Jasmine.

Dalam dakwaan disebutkan bila perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Mulyadi alias Bayong selaku Lurah Jatisari, Kecamatan Jatiasih.

Dakwaan dibacakan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin 30 Mei 2022.

“Sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, pada waktu menjalankan tugas yaitu pada waktu terdakwa menjalankan tugasnya sebagai wali kota Bekasi, meminta, menerima atau memotong pembayaran kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kepada kas umum yaitu meminta uang dengan jumlah total keseluruhan sebesar Rp 7.183.000.000,” ujar jaksa dalam surat dakwaan.

Setoran dengan total Rp 7,18 miliar yang diterima Rahmat Effendi itu terdiri atas pemberian dari sejumlah pejabat struktural sebesar Rp 3,4 miliar, dari sejumlah lurah di Kota Bekasi sebesar Rp 178 juta, dari sejumlah ASB di Pemkot Bekasi sebesar Rp 1,2 miliar, dan dari sejumlah ASN lain sebesar Rp 1,4 miliar.

Setoran itu diberikan seolah-olah pejabat dan ASN Kota Bekasi memiliki utang kepada Rahmat Effendi.

“Padahal diketahui permintaan tersebut bukanlah karena adanya utang kepada terdakwa,” kata jaksa.

Atas perbuatan itu, Pepen didakwa melanggar Pasal 12 huruf f juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap. Rahmat Effendi bungkam saat ditanya awak media soal kasusnya.


https://www.liputan6.com/news/read/4974908/rahmat-effendi-palak-asn-kota-bekasi-untuk-bangun-villa-glamping-jasmine

Partai

Institusi

K / L

,

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi