PUPR Lanjutkan Program Pembangunan Tanggul Pantai

17 September 2021, 11:10

RM.id  Rakyat Merdeka – Pemerintah terus menyelesaikan program pembangunan tanggul pantai di Muara Baru Jakarta. Program ini bagian dari antisipasi dampak perubahan iklim 

Pembangunan tanggul pantai sepanjang 46,2 km ini dibangun oleh kontraktor PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya dan PT Sacna.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, tantangan yang dihadapi kota-kota di Indonesia di masa depan tidak hanya kemacetan dan banjir, namun juga perubahan iklim. 

Sehingga program pembangunan tanggul pantai sangat penting sebagai perbaikan lingkungan (environmental remediation), bagi Kota Jakarta yang mengalami penurunan tanah 5-10 cm per tahun. 

Berita Terkait : PUPR Berharap Program Perumahan Di Kawasan Kumuh Bisa Terintegrasi

“Tanggul pantai sebagai upaya pengurangan penggunaan air tanah di DKI Jakarta. Hal ini diperlukan untuk perbaikan lingkungan yang memang sudah melebihi daya dukungnya bagi Jakarta untuk dapat dikembangkan ke depan,” kata Basuki saat meninjau program pembangunan tanggul pantai di Muara Baru Jakarta, Kamis (16/9). 

Salah satu upaya untuk mengurangi pemakaian air tanah, kata dia, dilakukan dengan pembangunan SPAM Regional Karian-Serpong yang merupakan salah satu proyek terintegrasi pengelolaan sumber daya air, yaitu pembangunan Bendungan Karian, Saluran Air Baku Karian-Serpong (Karian-Serpong Conveyance System), dan SPAM Regional. 

Dengan selesainya SPAM Karian Serpong nanti, diharapkan dapat menambah pasokan air bersih bagi warga Jakarta yang selama ini pasokan air bersih hanya berasal dari Waduk Jatiluhur, sehingga penggunaan air tanah masih dibutuhkan di area Jakarta.

Sedangkan untuk pembangunan tanggul pantai, pada tahun 2014 ke tahun 2018, Kementerian PUPR telah membangun tanggul pantai dan tanggul sungai tahap awal sepanjang 4,83 kilometer. 

Baca Juga : AP II dan AirNav Sinergi Lewat Pocket ACDM

Tahun 2014, pembangunan tanggul pantai tahap I dilakukan di Pluit sepanjang 75 meter. Dilanjutkan, tahun 2016-2018 pembangunan tahap II sepanjang 4,5 km terdiri dari dua paket. 

Paket 1 berlokasi di Kelurahan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan sepanjang 2,3 km dan Paket 2 di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing dengan panjang tanggul 2,2 km.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyoko mengatakan berdasarkan kajian bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bahwa dari total 120 km rencana tanggul pantai sepanjang 46,2 km adalah tanggul kritis yang dibutuhkan segera dibangun.

Dari 46,2 km rencana tanggul pantai, telah selesai dikerjakan sepanjang 13 km bersama Pemprov DKI dan sebagian dilaksanakan swasta, sisanya masih 33,2 km. 

Baca Juga : Alyssa Abidin, Intens Latihan Bahasa Jawa

“Dari hasil perjanjian kerja sama (MoU) yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR sepanjang 15,66 km, Pemprov DKI Jakarta 28,53 km, dan swasta 2,1 km,” kata Jarot. 

Diungkapkan Jarot, hingga saat ini yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR sudah selesai 4,83 km dan yang sedang berlangsung 3,77 km. 

“Sedangkan untuk bagian Pemprov DKI yang sudah terbangun sepanjang 6,064 km dan yang sedang dibangun 0,296 km, sementara yang swasta sudah selesai 2,1 km,” ujarnya. 

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan. Endra S. Atmawidjaja. [MFA]
 


https://rm.id/baca-berita/government-action/91385/pupr-lanjutkan-program-pembangunan-tanggul-pantai

 

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi