Prosedur dan Biaya Jika Ingin Bergabung dengan Klub Tenis

16 September 2021, 16:33

Jakarta – Turnamen tenis besar dunia, grand slam, seperti AS Terbuka 2021 yang dilaksanakan di New York, Amerika Serikat (AS), menjadi salah satu ajang pertandingan yang memukau setelah petenis remaja putri Inggris, Emma Raducanu, memenangkan juara pada pertandingan tersebut. Kemenangan tersebut dia raih tanpa kehilangan satu set pun.

Berbicara mengenai tenis, bagaimana sejarah tenis bisa populer sampai saat ini?

Permainan ini dimainkan oleh dua orang pemain (tunggal) atau pasangan (ganda dan campuran), peralatan yang digunakan adalah raket dan bola karet kecil yang umumnya berwarna hijau.

selebrasi raducanu juara as terbuka 2021Seleberasi petenis remaja Inggris, Emma Raducanu, ketika mengalahkan petenis remaja Kanada, Leylah Fernandez di final tenis tunggal putri grand slam AS Terbuka 2021, 11 September 2020 atau 12 Setember 2021 dini hari WIB (Foto: marca.com/AP)

Awalnya tenis dimainkan pada tahun 1859 dan 1865 di Birmingham, Inggris. Konon, terciptanya tenis lapangan bermula dari Raja Prancis, Louis X, yang gemar bermain tenis. Akar permainannya berasal dari permainan yang dikenal dengan nama jeu de paume.

Saat itu permainan Jeu de paume lebih banyak dikenal oleh kalangan bangsawan dan elite Prancis.

Pembentukan klub tenis pertama di dunia dicetuskan oleh Harry Gem dan Augurio Perera di Leamington, Inggris. Istilah tenez akhirnya diubah menjadi tenis pada tahun 1872.

Saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa permainan tenis merupakan olahraga kelas atas atau olahraga untuk kalangan elite.

Membahas hal tersebut, berapakah kisaran biaya yang harus dikeluarkan untuk mulai bermain tenis?

Sebut saja salah satu klub tenis tenis yang berada di Komplek Taman Melati, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Klub yang bernama “Forum Tenis Taman Melati” ini berdiri pada tahun 2014. Salah satu pencetusnya, Zaenal Eko Putro, yang mulai bermain tenis sekitar tahun 2010.

Alasannya dalam membuat klub tersebut agar lapangan tenis di wilayahnya dapat terawat dengan baik dan mewadahi para masyarakat yang ingin bermain tenis. Saat ini klub tersebut sedang membuka peluang untuk remaja dan anak-anak yang ingin mulai masuk ke dalam dunia tenis.

Prosedur untuk jadi anggota adalah dengan mengisi form yang disediakan dan membutuhkan biaya Rp 125.000 – Rp 150.000. Dengan menegakkan prinsip Gender Equality and Social Inclusion (GESI), klub ini terbuka untuk segala jenis gender.

Untuk kegiatan rutin, para anggota klub tenis latihan pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Dimulai dari pagi sampai siang biasanya sampai tiga set. Untuk pemula sesi latihan dilakukan selama enam kali pertemuan pada hari Selasa sore untuk anggota dengan tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sedangkan Kamis sore untuk kalangan sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa. Tersedia juga jadwal khusus untuk umum pada hari Sabtu sore.

Dalam wawancara bersama Zaenal, untuk perlengkapan yang dibutuhkan dalam bermain tenis tidak harus mahal, raket yang dipakai juga bisa menggunakan raket second yang kualitasnya masih bagus. “Semua itu tergantung kemampuan finansial masing-masing,” kata Zaenal. Bagi anggota yang belum mempunyai raket, klub tersebut menyediakan raket untuk dipinjamkan.

Menurut Zaenal, saat ini sulit untuk mematahkan mitos bahwa tenis merupakan olahraga kaum elite atau hanya bisa dilakukan oleh kalangan atas. Karena pada itu klub sendiri anggotanya dari berbagai jenis pekerjaan, seperti satuan pengaman (Satpan), salesman, delivery man, sampai manajer. “Kami melakukan ini berdasarkan hobi, tidak peduli tentang perkataan orang yang menganggap olahraga ini mahal atau hanya untuk kaum elite,” kata Zaenal.

lapangan tenisLapangan tenis “Forum Tenis Taman Melati” di Kompleks Taman Melati, Sawangan, Depok (Foto: Tagar/Dwi Oktaviani)

Pada toko tersebut tersedia raket untuk anak-anak yang berkisar Rp 300.000, Rp 500.000, sampai dengan Rp 1.000.000 dan untuk dewasa berkisar Rp 900.000 sampai Rp 1.200.000. Semuanya balik lagi tergantung kebutuhan masing-masing pemain. Merk raket yang paling sering banyak dibeli pada toko tersebut adalah Head, Wilson, dan Babolat.

Untuk raket dengan kualitas bagus harganya bisa sampai Rp 8.500.000 sampai Rp 12.000.000.

Untuk bola tenis sendiri di toko tersebut menjual satu kaleng yang berisi tiga bola dengan harga Rp 65.000 dan satu kaleng berisi empat bola dengan harga Rp 85.000. Merk yang paling banyak dibeli adalah Dunlop Fort, Tens Super, dan Head.

Ketika ingin memulai bermain tenis, dengan set peralatan yang standar kisaran biaya yang perlu dikeluarkan sekitar Rp 2 juta. Vevi juga mengungkapkan bahwa untuk membeli peralatan tenis tergantung pemainnya, ingin yang biasa-biasa saja, sedang, atau yang bagus. Seperti diungkapan Zaenal sebelumnya, semua itu tergantung finansial pemainnya. Semua orang bisa bermain tenis apabila mempunyai motivasi yang kuat tanpa menganggap bahwa olahraga ini merupakan permainan kaum elite. []

Dwi Oktaviani

Hadiah Juara Tunggal Turnamen Tenis Wimbledon 2021 Rp 34,13 Miliar

Hadiah Uang Juara Tunggal Tenis Prancis Terbuka Rp 24,4 M

Langkah Roger Federer Terhenti di Perempat Final Tenis Wimbledon

Juara Baru Tunggal Putri Tenis Prancis Terbuka 2020


https://www.tagar.id/prosedur-dan-biaya-jika-ingin-bergabung-dengan-klub-tenis

Media

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi