Prof Zubairi Tanggapi Ribuan Nakes di Singapura Mundur: Lelah Fisik dan Mental

3 November 2021, 14:05

Prof Zubairi Tanggapi Ribuan Nakes di Singapura Mundur: Lelah Fisik dan Mental

Tenaga kesehatan (nakes) di Singapura mulai ‘rontok’. Jumlah yang mengundurkan diri di tengah lonjakan corona makin banyak, bahkan menyentuh 1.500-an orang hanya dalam 6 bulan.

Hal ini tentu harus menjadi perhatian Indonesia. Saat ini memang kasus di sini sedang melandai, tapi ancaman lonjakan selalu ada.

“Singapura krisis pekerja kesehatan. 1500 pekerja mundur, termasuk dokter dan perawat asing (2021). Sebagian besar mereka tidak bisa ambil cuti,” kata Ketua Satgas IDI Prof Zubairi Djoerban dalam akun Twitternya, dikutip Rabu (3/11).

Zubairi mengatakan, dalam situasi lonjakan corona nakes pasti kewalahan. Bahkan untuk negara seperti Singapura yang sistem kesehatannya sudah baik.

“Perawat bekerja 175 jam per bulan (September). Peningkatan faskes menjadi beban berat pekerja,” jelasnya.

“Lelah fisik, mental, dan emosional,” tutup dia.

Menteri Kesehatan Singapura Janil Putchueary menggambarkan, kondisi nakes di Singapura seperti menghadapi maraton yang tidak berujung. Mereka lelah dan waktu bekerja mereka semakin tidak masuk akal.

“Oleh karena itu, tidak mengherankan jika tingkat pengunduran diri meningkat tahun ini,” kata Dr Puthucheary.

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi