Presidensi G20 Bawa Dampak Jangka Panjang ke Perekonomian

16 September 2021, 16:23

Presidensi G20 Bawa Dampak Jangka Panjang ke Perekonomian

Jakarta: Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan pemilihan presidensi Indonesia dalam pertemuan G20 tahun depan akan membawa dampak positif bagi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

“Hal ini karena dengan pemilihan tersebut, Indonesia diperkirakan mampu mempunyai kekuatan negosiasi atau bargaining power lebih, terutama untuk jalur keuangan,” ucap Josua kepada Antara , Kamis, 16 September 2021.

Menurut dia, beberapa pembahasan utama dalam jalur keuangan, di antaranya adalah pemulihan ekonomi, pertumbuhan berkelanjutan, inklusi finansial, pajak internasional, dan sebagainya.

Secara keseluruhan, Josua berharap kerja sama atau inisiatif awal presidensi G20 dapat mendorong berbagai manfaat bagi perekonomian Tanah Air.

“Dengan pembahasan tersebut, diharapkan pertemuan ini dapat menjadi inisiatif untuk berbagai perjanjian yang tentunya mendatangkan benefit bagi perekonomian Indonesia,” tutur dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerima tongkat estafet Presidensi G20 dari Perdana Menteri Italia saat penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma, Italia, akhir Oktober 2021.

Setelah itu, Indonesia akan resmi menjadi Presidensi G20 pada 1 Desember 2021 hingga November 2022 dengan tema Recover Together, Recover Stronger atau pulih bersama dan pulih lebih kuat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Presidensi G20 selama 2021-2022 ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah G20, sejak perkumpulan yang berkontribusi pada 85 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia itu didirikan pada 1999.


Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi