Presiden Zelensky Tuding Rusia Mundur Sambil Sebar Ranjau, Bahkan di Mayat

3 April 2022, 12:03

Seorang anggota pasukan Ukraina memeriksa kendaraan pengangkut lapis baja (APC) BTR-82 Rusia yang hancur di sebuah desa dekat garis depan, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Wilayah Kyiv, Ukraina 31 Maret 2022. REUTERS/Serhii Nuzhnenko/File Photo

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding tentara Rusia sengaja memasang ranjau darat di wilayah utara Ukraina saat mereka mundur atau didesak pasukan Ukraina.

Ukraina mengatakan pasukannya telah merebut kembali kendali lebih dari 30 kota dan desa di wilayah Kyiv sejak Rusia mengumumkan pekan ini bahwa mereka akan mengurangi operasinya di sekitar ibu kota dan di wilayah utara Chernihiv untuk fokus pada pertempuran di timur.

“Di bagian utara negara kita, para penyerbu pergi. Lambat tapi terlihat. Di beberapa tempat mereka diusir dengan pertempuran. Di tempat lain mereka sendiri meninggalkan posisinya,” kata Zelenskiy dalam pidato video yang dirilis pada Sabtu, 2 April 2022.

“Mereka memasang ranjau di semua wilayah ini. Rumah diranjau, peralatan diranjau, bahkan mayat orang mati.”

Gubernur Chernihiv, Viacheslav Chaus, pada hari Sabtu juga menuduh pasukan Rusia menanam ranjau ketika mereka mundur dari posisi di sekitar ibu kota provinsi.

“Ranjaunya banyak dan berserakan,” katanya di televisi nasional.

Belum ada tanggapan dari Kementerian Pertahanan Rusia atas tudingan Ukraina ini.

Reuters melaporkan, mayat warga sipil yang tewas masih tergeletak berserakan di jalan-jalan kota Bucha di Ukraina pada hari Sabtu, tiga hari setelah tentara Rusia ditarik.

Bau bahan peledak masih tercium di udara yang dingin dan lembap, berbaur dengan bau kematian.

Vasily, enam puluh enam tahun, yang tidak menyebutkan nama keluarga, mengatakan ada lebih dari selusin mayat warga sipil yang tersebar di sepanjang jalan di luar rumahnya.

Warga mengatakan mereka telah dibunuh oleh pasukan Rusia selama pendudukan sebulan ini.

Di sebelah kiri Vasily, seorang pria berbaring di tepi rerumputan di samping sepedanya, wajahnya pucat dan matanya cekung. Seorang lagi tergeletak di tengah jalan, beberapa meter dari pintu depan rumahnya. Vasily mengatakan itu ayah baptis putranya, teman seumur hidup.

Mayat di Bucha yang masih belum dikubur tidak mengenakan seragam. Mereka adalah warga sipil Ukraina dengan sepeda, tangan kaku mereka masih mencengkeram tas belanja. Beberapa jelas telah mati selama berhari-hari, jika tidak berminggu-minggu.


https://dunia.tempo.co/read/1577900/presiden-zelensky-tuding-rusia-mundur-sambil-sebar-ranjau-bahkan-di-mayat

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi