Polri Bentuk Tim Khusus Dalami Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

25 October 2022, 3:03

AKURAT.CO, Polri akan segera membentuk tim untuk mendalami kasus gagal ginjal akut pada anak. Nantinya, tim bakal bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPOM.
“Tentunya Polri akan segera membentuk tim dan berkordinasi dengan Kemenkes dan BPOM untuk bersama mendalami kejadian tersebut,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Minggu (23/10/2022). 
Lebih lanjut, mantan Kapolda Kalimantan Tengah ini mengatakan pihaknya bakal berkoordinasi dengan Kemenkes dan BPOM untuk mendalami kasus gagal ginjal akut. 

baca juga:

“Dan berkoordinasi dengan Kemenkes dan BPOM untuk bersama mendalami kejadian tersebut sesuai atensi pimpinan,” kata Dedi.
Jenderal bintang dua itu mengatakan nantinya tim tersebut salah satunya akan melibatkan Direktorat Narkoba Bareskrim Mabes Polri   dalam menangani kasus ini.

Namun, ia belum dapat memastikan secara rinci siapa saja yang bakal tergabung dalam tim tersebut. 
“Menunggu info lanjut dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas sebab munculnya kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak-anak. Muhadjir nampaknya mengendus adanya praktik pidana dibalik fenomena gagal ginjal akut yang menakutkan itu. 
“Pengusutan ini penting untuk memastikan ada tidaknya tindak pidana di balik kasus tersebut. Permintaan disampaikan mengingat kejadian gangguan ginjal kronis ini sudah mengancam upaya pembangunan SDM, khususnya perlindungan terhadap anak,” ujar Muhadjir dalam keterangannya, Minggu (23/10/2022). 

Permintaan Muhadjir itu disampaikan setelah mengadakan Rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, yaitu Kemenkes, Kemendag, Kemenperin dan BPPOM secara virtual. Rakor dihadiri oleh Menkes, Budi G Sadikin dan jajaran pejabat eselon 1 Kemenkes; Kepala BPOM, Penny Lukito; menteri perindustrian diwakili PLT Dirjen IKFT, Ignatius Warsito dan Menteri Perdagangan diwakili Direktur Impor Sihar Pohan. 
Sejauh ini kasus gagal ginjak akut itu sudah menimpa 208 anak, 118 diantaranya meninggal dan kemungkinan masih akan bertambah. Penyebabnya diduga kuat berasal dari cemaran zat Etilen Glikol (EG) dan Deitilen Glikol (DG) pada obat jenis sirup. Di mana bahan baku obat tersebut semuanya masih import. 
Sampai sejauh ini, berdasar data Kemenkes, kasus gagal ginjal akut 2022 ini hanya terjadi di tiga negara, yaitu Indonesia (118 kematian) Gambia (50 ) dan Nigeria (28 kematian).
“Oleh sebab itu perlu diadakan pelacakan mulai dari asal muasal bahan baku, masuknya ke Indonesia hingga proses produksi obat-obat yang mengandung kedua zat berbahaya tersebut,” ungkap Muhadjir.

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Transportasi