Politikus PDIP Sebut Pernyataan Luhut Terkait Pengolahan Kepala Sawit Hanya Gertak Sambal

30 May 2022, 16:48

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi PDIP Deddy Yevri Sitorus mempertanyakan logika dan regulasi terkait pernyataan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut bahwa kantor pusat perusahaan sawit harus berada di Indonesia.

Menurut dia, pernyataan Luhut tersebut terkesan hanya berusaha menaikkan popularitas di tengah kritikan publik. Deddy menilai Luhut terkesan gertak sambal semata.

“Saya sih senang dengan pernyataan Pak Luhut itu, tetapi apa memang ada regulasinya? Apakah memang ada UU atau aturan pemerintah yang menyatakan dan mengharuskan semua investor yang berinvestasi harus berkantor pusat di Indonesia?” kata Deddy¬†Yevri, dalam keterangannya, Senin (30/5/2022).

“Atau kah itu hanya berlaku untuk perusahaan perkebunan sawit saja, tidak untuk perusahaan smelter, pembangkit listrik, tambang, migas, konsultan, lawyer, rumah sakit, telekomunikasi dan sebagainya?” sambungnya.

Deddy menilai pernyataan Luhut itu sangat populis, progressif dan heroik. Hanya saja, pernyataan itu terkesan gertak sambal saja karena tak ada landasan hukum yang jelas.

“Tanpa landasan hukum, kesannya jadi sekedar gertak sambal belaka,” ucapnya.

Deddy menyebut ada banyak persoalan hulu dalam industri sawit yang seharusnya diurusi oleh Luhut sebagai orang yang ditugasi membereskan sengkarut minyak goreng.

Misalnya, masalah Domestic Price Obligation (DPO) meliputi penetapan harga Tandan Buah Sawit (TBS) hingga CPO, serta produk minyak goreng yang masih mengacu pada harga internasional.

“Belum lagi soal mekanisme pemungutan dan kontrol CPO hasil DMO, kemampuan pemerintah menyiapkan fasilitas cadangan nasional hingga distribusi,” tutur Deddy.

Masalah hulu lain yang jauh lebih penting adalah soal jangka waktu Hak Guna Usaha (HGU) dan pengembalian aset itu kepada negara. Kemudian, soal plasma dan luasan HGU yang merugikan bahkan mengorbankan petani kecil pemilik lahan dan masyarakat adat, hingga sering menimbulkan konflik dimana-mana.

“Kenapa soal-soal hulu yang fundamental seperti itu tidak dipikirkan oleh LBP?. Kalau itu yang dia ingin selesaikan, saya angkat topi dan bangga,” tutur dia.

 

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan CEO Tesla Inc., Elon Musk. Luhut datang bersama Ketum Dewan Pertimbangan Kadin Anindya Bakrie, Dubes RI untuk AS Rosan Roeslani dan penasihat Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin. Rombongan Luhut datang…


https://www.liputan6.com/news/read/4974484/politikus-pdip-sebut-pernyataan-luhut-terkait-pengolahan-kepala-sawit-hanya-gertak-sambal

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi