Politik Identitas + Agama Yang Dipolitisir = Formula Radikalisasi

16 August 2022, 19:02

RM.id  Rakyat Merdeka – Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Juri Ardiantoro sangat mengapresiasi pesan Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi meminta masyarakat, agar jangan memainkan politik identitas, politisasi agama, dan polarisasi sosial pada Pemilu 2024.

“Pesan Presiden itu, berangkat dari situasi dan kondisi kontestasi politik belakangan ini. Baik Pemilu maupun Pilkada, cenderung memecah-belah bangsa. Bahkan, merusak sendi-sendi kebangsaan,” papar Juri.

Berita Terkait : Pentingnya Mengasah Political Sense Bagi Praktisi PPGA Jelang Pemilu 2024

“Kompetisi politik, tidak seharusnya menghalalkan segala cara yang destruktif,” tegasnya.

Juri menjelaskan, politik identitas yang destruktif dan politisasi agama merupakan bahaya laten yang perlu diwaspadai bersama. Terutama, menjelang momentum politik.

Karena bisa menjadi akselerator bagi rontoknya konstruksi sosial, yang melahirkan konflik horizontal berkepanjangan.

Berita Terkait : Di Pelantikan DPC KAI, Tri Adhianto: Advokat Harus Bela Rakyat Kecil

“Politik identitas dan agama yang dipolitisir, adalah formula yang sangat mudah untuk melakukan radikalisasi dan penyesatan masyarakat,” terang Juri.

Menurutnya, politik yang dibungkus agama selalu menjadi komoditas favorit, untuk diperdagangkan jelang Pemilu seperti saat ini.

Agama, kata Juri, selalu dijadikan justifikasi untuk meraih tujuan-tujuan politik. Dengan menjajakan politik identitas, dan menggoreng agama sebagai komoditas.

Berita Terkait : Duit IKN Belum Ada, PUPR Mulai Bangun Bendungan Sepaku Semoi

“Kepada siapa pesan itu diberikan? Kepada semua pihak, baik para elit politik maupun masyarakat umum. Keterbelahan politik di masyarakat adalah akibat dari perilaku politik para elit dalam berbagai level, yang tidak sadar betapa berbahayanya politisasi agama dan politik identitas,” tandas Juri. ■


https://rm.id/baca-berita/nasional/136635/deputi-iv-ksp-juri-ardiantoro-politik-identitas-agama-yang-dipolitisir-formula-radikalisasi

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi