Polisi Tetapkan 24 Tersangka Pungli di Tanjung Priok Bermodus Uang Keamanan

17 June 2021, 13:38

Aktivitas bongkar muat peti kemas di JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021.  Terkait adanya kasus pungli di terminal petikemas terbesar di Indonesia, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) akan segera berbenah. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap kasus premanisme dan pungutan liar atau pungli  di Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari ini. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran menyatakan para pelaku pungli ini bertindak dengan kedok usaha pengamanan.

Setidaknya ada empat kelompok premanisme dengan total 24 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Keempat kelompok ini bernama Bad Boy, Haluan Jaya Perkasa, Sapta Jaya, dan Tanjung Raya Kemilau.

Mereka mendatangi pengusaha truk kontainer dan meminta uang keamanan setiap truk. “Kalau tidak mau bayar sopir-sopir truk diganggu preman. Premannya orang-orang kelompok ini juga,” kata Fadil di Polda Metro Jaya, Kamis, 17 Juni 2021.

Bagi pengusaha yang membayar uang keamanan kepada mereka, kelompok preman ini akan memberi stiker yang harus ditempel di setiap truk. “Untuk mengenali mana yang bayar mana yang tidak,” katanya.

Fadil menambahkan, setiap kelompok pelaku premanisme dan pungli di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok ini mendapatkan keuntungan yang berbeda-beda. Mulai dari Rp 9 juta hingga Rp 177 juta. Para tersangka dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal sembilan tahun. 

Baca juga: Pengamat: Pungli di Tanjung Priok Sudah Mengakar Bertahun-tahun


https://metro.tempo.co/read/1473626/polisi-tetapkan-24-tersangka-pungli-di-tanjung-priok-bermodus-uang-keamanan

Tokoh

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Transportasi