Polisi Dilarang Tampilkan Gaya Hidup Mewah, Kapolri: Bukan Waktunya Pamer

24 October 2022, 14:25

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk tampil sederhana serta tidak menampilkan gaya hidup yang mewah atau hedon di antaranya menghindari penggunaan mobil mewah dan motor gede (moge).
Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Sigit, sudah memberikan pengarahannya untuk setiap anggota kepolisian maupun keluarga menampilkan gaya hidup mewah.

“Terkait dengan gaya hidup mewah Pak Presiden juga sudah betul-betul memberikan penjelasan secara gamblang. Saya kira masalah kebiasaan-kebiasaan, menggunakan mobil-mobil bagus, motor gede, situasinya lagi tidak baik,” kata Sigit dalam tayangan video yang dilihat di akun Instagram @ListyoSigitPrabowo, Senin (24/10/2022).
Sigit menyadari, beberapa anggota polisi memang memiliki latar belakang keluarga yang ada. Namun, untuk saat ini, situasinya tidak mendukung untuk memanerkan gaya hidup yang mewah.
Baca juga: Hapus Praktik Pungli, Kapolri Minta Hilangkan Setoran ke Atasan
“Saya tahu mungkin keluarga rekan-rekan juga berangkat dari orang berada tapi saat ini bukan waktunya untuk untuk di pamer-pamerkan,” ujar Sigit.
Baca juga: Kembalikan Kepercayaan Publik, Kapolri Tegaskan Jajarannya Stop Pungli
Dengan tidak memamerkan gaya hidup hedon, Sigit menyebut, setiap personel kepolisian harus mampu menampilkan kehidupan sederhana baik dalam bertugas maupun menjalani kehidupan sehari-harinya.
Sigit pun menyatakan, Polri sudah menerbitkan surat telegram soal larangan menampilkan gaya hidup mewah. Sigit pun menyampaikan, seluruh jajaran kepolisian harus peka dengan situasi sekitar yang ada.

Baca Juga: Kelelahan, Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin dan Mineral

“Dalam hubungan Forkopimda sesuaikan saja dengan yang lain. Misalkan, bupati pakai Inova ya jangan kita pakai mobil yang lebih baik dari itu. Samakan saja. Apalagi pada saat melaksanakan dinas disesuaikan. Kapolres seperti apa, Kapolda seperti apa, Kapolsek seperti apa sehingga kemudian kita tidak terlihat mencolok karena berbeda dan itu dianggap menjadi hal-hal yang kemudian dianggap itu hedonis,” papar Sigit.
Sigit menyadari, perubahan seperti ini memang tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Namun, harus dilakukan demi kebaikan institusi Polri kedepannya.
“Memang sulit tapi harus kita lakukan. Ingatkan keluarga kita kerena memang apapun yang terjadi dengan keluarga kita sorotannya tetap kepada anggota Polri sorotannya terhadap institusi Polri,” tutur Sigit.

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi